Dark/Light Mode

Dongeng Peri Aida Meriahkan Peluncuran PP TUNAS

Jumat, 1 Agustus 2025 17:52 WIB
Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Benazir Komarudin. (Foto: Ist)
Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Benazir Komarudin. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Benazir Komarudin, turut memeriahkan acara penandatanganan Nota Kesepahaman Rencana Aksi Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau dikenal dengan PP TUNAS, dengan membacakan dongeng “Peri Aida”.

Dongeng tersebut merupakan karya Benazir sendiri dan didedikasikan untuk mengenang Almarhumah Aida Rezalina, Staf Khusus Hubungan Antar Lembaga di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang semasa hidupnya turut berperan dalam perumusan kebijakan perlindungan anak di ruang digital.

Baca juga : Kejagung Pelajari Pemberian Abolisi untuk Tom Lembong

“Dongeng ini saya tulis untuk membantu anak-anak memahami pentingnya bersikap bijak dan tangguh di dunia digital. Sekaligus sebagai bentuk penghormatan untuk Ibu Aida yang selama ini menjadi penggerak utama di balik PP TUNAS,” ujar Benazir dalam sambutannya.

Dalam cerita “Peri Aida”, Benazir mengenalkan akronim TUNAS sebagai panduan perilaku anak di dunia digital: T untuk Tangguh, U untuk Unggul, N untuk Nalar, A untuk Aman, dan S untuk Sadar. Cerita ini ditujukan sebagai alat bantu edukasi agar anak-anak Indonesia lebih paham bagaimana melindungi diri dari potensi risiko daring.

Baca juga : Gandeng Persis Dan BP Tapera, BSI Siap Salurkan KPR Subsidi FLPP

Acara penandatanganan berlangsung sebagai bentuk komitmen enam kementerian, yakni Komdigi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), BKKBN, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dalam mewujudkan ekosistem digital yang aman dan ramah anak.

Sebagai sektor pengampu tata kelola sistem elektronik nasional, Komdigi memimpin pelaksanaan Rencana Aksi Implementasi PP TUNAS dengan pendekatan lintas sektor. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjawab tantangan perlindungan anak di era digital.“Ada banyak cara anak muda bisa berkontribusi. Salah satunya adalah dengan menyuarakan kebijakan agar bisa dipahami dan dijalankan bersama,” ujar Benazir.

Baca juga : DPR Dukung Pemerintah Rampungkan Pembangunan IKN

PP TUNAS menjadi tonggak kebijakan pemerintah dalam mengatur penyelenggaraan sistem elektronik dengan memperhatikan kepentingan dan keselamatan anak. Melalui pendekatan yang partisipatif dan edukatif, kebijakan ini diharapkan mampu membentuk generasi digital yang tangguh, cerdas, dan terlindungi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.