Dark/Light Mode

UNODC Apresiasi Peran BNPT Jamin Hak Korban Terorisme

Jumat, 22 Agustus 2025 14:58 WIB
Pejabat Penanggung Jawab Kantor United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Indonesia, Zoelda Anderton. (Foto: Dok. BNPT)
Pejabat Penanggung Jawab Kantor United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Indonesia, Zoelda Anderton. (Foto: Dok. BNPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pejabat Penanggung Jawab Kantor United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Indonesia, Zoelda Anderton mengapresiasi peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebagai teladan global.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu menilai BNPT konsisten menempatkan korban sebagai pusat dari mandat penanggulangan terorisme.

"Koordinator Residen meminta saya untuk menegaskan apresiasi mendalam PBB atas kepemimpinan BNPT di bawah Komjen Edy Hartono dan LPSK di bawah Brigjen Ahmad dalam menempatkan korban sebagai pusat dari mandat mereka. Kedua lembaga ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam melindungi hak, martabat, dan pemulihan para korban,” kata Zoelda pada hari Internasional untuk Penghormatan bagi Korban Terorisme 2025, Kamis (21/8/2025).

Baca juga : Ketua Dewas PAM Jaya Apresiasi DPRD Tetapkan Ranperda PAM Jaya Jadi Prioritas

Zoelda mengungkapkan upaya BNPT sejalan dengan tema Hari Internasional untuk Penghormatan bagi Korban Terorisme tahun ini. Yakni Bersatu dalam Harapan, Aksi Bersama untuk Korban Terorisme.

"Indonesia, melalui kepemimpinan BNPT, dipandang mampu menghadirkan praktik nyata pemulihan korban bukan sekadar tanggung jawab moral, tetapi juga strategi penting dalam membangun ketahanan sosial terhadap radikalisme," ujarnya.

“Hari Internasional untuk Penghormatan bagi Korban Terorisme tahun 2025 adalah sebuah peringatan yang khidmat, namun juga menjadi momentum ketangguhan dan harapan,” sambung Zoelda.

Baca juga : PMI Apresiasi Kehadiran BRI Taipei Branch, Permudah Transaksi & Pengiriman Uang

Sejalan dengan mandat Resolusi 72/165 Majelis Umum PBB, BNPT menjadikan suara korban sebagai pilar dalam setiap perumusan kebijakan.

Dengan cara ini, pengalaman para penyintas tidak hanya menjadi catatan luka masa lalu, tetapi juga kompas dalam merancang pencegahan yang lebih efektif.

Pengakuan PBB terhadap kepemimpinan BNPT memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang serius menghadapi ancaman terorisme melalui pendekatan humanis.

Baca juga : Mie Indonesia Curi Perhatian Warga Kanada Di Ontario

BNPT memadukan program kontraideologi dengan perlindungan korban, sehingga narasi besar melawan terorisme tidak berhenti pada tindakan represif, melainkan juga merangkul mereka yang terdampak.

“Memberikan korban sebuah platform, pengakuan, dan dukungan adalah kewajiban moral sekaligus tanggung jawab bersama,” ujar Zoelda.

Dengan legitimasi internasional ini, Zoelda berharap BNPT semakin memperluas peranannya. Bukan hanya sebagai benteng pencegah radikalisme, tetapi juga sebagai simbol negara yang berpihak pada martabat manusia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.