Dark/Light Mode

Targetkan Jadi Operator Kelas Dunia

Bos Baru KAI Bobby Rasyidin Gaspol Rebranding Dan Digitalisasi

Jumat, 22 Agustus 2025 16:40 WIB
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidi. Foto: Kartika Sari/RM
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidi. Foto: Kartika Sari/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi total di tubuh perusahaan. Langkah besar itu mencakup digitalisasi, rebranding layanan, efisiensi operasional, hingga restrukturisasi permodalan.

Bobby mengatakan, digitalisasi menjadi kunci utama untuk mendekatkan layanan kereta api ke masyarakat. Untuk itu, KAI sudah menyiapkan direktur khusus di bidang teknologi informasi. 

“Apakah kita address itu dengan cara digital? Sekarang kita sudah ada direktur IT untuk memperkuat jaringan penjualan kita,” kata Bobby dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi sejumlah media massa di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

 

Dari kiri: Corporate Secretary Raden Agus Dwinanto Budiadji, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko Wilman Sidjabat, dan Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi I Gede Darmayusa dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Jumat (22/8/2025). (Foto: Kartika Sari/Rakyat Merdeka/RM.id)

Baca juga : Ditunjuk Jadi Dirut KAI, Ini Sosok Bobby Rasyidin


Pada kesempatan itu, Bobby didampingi dua direksi baru KAI. Yakni, Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko Wilman Sidjabat, Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi I Gede Darmayusa, serta Corporate Secretary Raden Agus Dwinanto Budiadji yang memandu jalannya acara.

Tak hanya soal digital, Bobby juga menyinggung rebranding produk lama KAI yang selama ini jarang disentuh. Salah satunya, layanan legendaris KA Parahyangan. 

“Parahyangan belum pernah kita rebranding. Padahal itu masih ada. Banyak produk kita yang belum pernah kita rebranding. Kita coba rebranding itu bagian dari transformasi penjualan,” katanya.

Di sisi operasional, Bobby menekankan pentingnya efisiensi. Salah satunya lewat penghitungan ulang CASK (Cost per Available Seat Kilometer), indikator biaya per kursi per kilometer yang digunakan di industri transportasi.

Baca juga : RI-Selandia Baru Gaspol Kerja Sama Perdagangan

"CASK kita hitung dengan benar. Termasuk cost dari pengangkutan barang per ton per kilometer,” jelasnya.

Meski mengejar efisiensi, Bobby menegaskan aspek keselamatan dan ketepatan waktu tidak boleh ditawar. “Tentunya dengan menjaga safety, menjaga keamanan, dan menjaga ketepatan waktu. Itu bagian dari optimalisasi operasi,” ucapnya.

Transformasi lain yang akan digarap adalah pembenahan portofolio. Bobby mengatakan, KAI kini memiliki direktur portofolio yang khusus mengawasi berbagai unit bisnis. Mulai dari Kereta Cepat Indonesia (KCI), kereta wisata.

“Kita punya direktur portofolio, Pak Dede. Kita akan lihat satu per satu. Semua akan dievaluasi,” tuturnya.

Baca juga : Kontranarasi Jadi Benteng Propaganda Radikal Di Ruang Digital

Selain itu, Bobby juga menyinggung kemungkinan restrukturisasi permodalan agar perusahaan lebih tangguh. “Mungkin juga kita akan melakukan restrukturisasi dari struktur modal. Menghadirkan KAI dengan equity structure yang kuat,” ujarnya.

Menurut Bobby, seluruh agenda transformasi ini diarahkan untuk menjadikan KAI sebagai operator kelas dunia. “Transformasi satu, transformasi dua, transformasi world class operator,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.