Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dikepung Demonstran, Buru-buru Tutup Rapat, Anggota DPR Panik
Selasa, 26 Agustus 2025 08:10 WIB
Sebelumnya
Meski ricuh, Komisi I DPR sempat menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) RUU Penyiaran bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta Komite Nasional Pengendalian Tembakau sebagai narasumber.
“Walaupun di luar suasana agak memanas, jangan sampai menyurutkan amanat kita menunaikan tugas untuk bangsa,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, saat membuka rapat.
Namun, rapat hanya bertahan 30 menit. Usai mendengar pemaparan, Dave buru-buru mengetuk palu. Dia khawatir para tamu akan kesulitan keluar gedung jika rapat berlarut.
Baca juga : Bela Palestina, Kutuk Israel, Anwar Ibrahim: Netanyahu Gila!
Rapat-rapat lain bernasib sama. Misalnya, pembahasan RUU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang dibahas secara kilat. Meski begitu, Komisi VIII DPR sepakat untuk membawa RUU ini ke Rapat Paripurna pada Selasa (26/8/2025).
Merespons aksi di sekitar Gedung DPR, Ketua DPR Puan Maharani memastikan pihaknya senantiasa menampung aspirasi dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, kedua hal ini bisa mengerek kinerja DPR.
“Kami minta masukan dari semua masyarakat untuk membantu memperbaiki kinerja dari DPR. Untuk bisa sama-sama kita perbaiki dalam membangun bangsa dan negara,” kata Puan usai menerima bintang kehormatan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Baca juga : Audit Ketat Dan Semangat Penambangan Bertanggung Jawab
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad juga berpesan, alangkah baiknya jika aspirasi yang disampaikan masyarakat dilakukan dengan tertib, tanpa melanggar aturan. Lagipula, DPR menerima aspirasi yang disampaikan dan akan melakukan introspeksi ke dalam.
Dasco mengatakan, pada dasarnya Indonesia menghormati hak untuk berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat. Bahkan aspirasi kepada DPR.
“Kita akan terima dengan baik dan kita akan lakukan introspeksi-introspeksi ke dalam,” janji Dasco, usai menerima penghargaan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/8/2025). [UMM/MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya