Dark/Light Mode

Bupati Mimika Angkat Topi Untuk Tim Penyelamat Korban Longsor Tambang Freeport

Minggu, 21 September 2025 12:58 WIB
Proses pencarian korban longsor di tambang bawah tanah GBC Tembagapura. Foto: Ist
Proses pencarian korban longsor di tambang bawah tanah GBC Tembagapura. Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan apresiasi luar biasa kepada tim penyelamat PT Freeport Indonesia (PTFI) yang bekerja tanpa henti dalam misi pencarian dan evakuasi korban longsor di tambang bawah tanah GBC Tembagapura. Apresiasi ini disampaikan menyusul penemuan dua dari tujuh pekerja yang terjebak, Sabtu (20/9/2025).

Menurut Rettob, kerja keras dan semangat tim penyelamat dalam menghadapi medan yang sangat sulit dan berisiko tinggi patut diberi penghargaan setinggi-tingginya.

“Kami memberikan apresiasi luar biasa bagi tim dengan kerja keras dan semangat yang tulus dalam upaya penyelamatan ini,” kata Johannes Rettob dalam keterangannya di Timika, Minggu (21/9).

Apresiasi tersebut disampaikan setelah tim penyelamat gabungan (UGMR) PTFI berhasil mengevakuasi dua pekerja, almarhum Wigih Hartono dan almarhum Irawan, pada Sabtu (20/9) pagi dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga : Pakar Geologi UGM Soroti Tantangan Evakuasi 7 Pekerja Tambang Freeport

Selain memuji tim penyelamat, Bupati Rettob juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas nama pemerintah dan seluruh warga Mimika kepada keluarga korban dan keluarga besar PTFI.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Mimika, kami menyampaikan turut berbela sungkawa yang mendalam atas musibah ini,” ujarnya.

Ia juga menyatakan harapan agar lima pekerja lainnya yang masih terjebak di dalam timbunan material basah dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kita berdoa atas kerja tim penyelamat dan masih terus berharap rekan-rekan pekerja itu bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” tuturnya.

Baca juga : Terkendala Cuaca, Penyelamatan 7 Karyawan Freeport Gunakan Drone

Misi pencarian dan penyelamatan kini telah memasuki hari ke-12 sejak insiden longsor terjadi pada Senin (8/9) malam.

Untuk memprioritaskan upaya penyelamatan, PTFI telah menghentikan seluruh operasi penambangannya.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, juga menyatakan duka cita mendalam dan menegaskan perusahaan akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Tidak ada hal yang paling menyedihkan dari pada kehilangan rekan kerja,” kata Tony Wenas.

Baca juga : Selamatkan 7 Karyawan Freeport, Tim Penyelamat Kerja Tanpa Henti

Ia mengatakan perusahaan telah mengerahkan seluruh sumber daya, peralatan dan keahlian yang dimiliki untuk pencarian korban, meskipun haris menghadapi resiko keselamatan yang membahayakan.

Jenazah kedua korban telah diterbangkan ke kampung halaman masing-masing di Tulungagung dan Cilacap pada Sabtu petang, sementara misi pencarian lima korban lainnya masih terus berlanjut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.