Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Berkat Smart Board Dari Pemerintah, Anak SLB Tunanetra Belajar Lebih Mudah
Kamis, 25 September 2025 20:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kehadiran smart board atau papan interaktif digital (IFP) di SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta membawa warna baru dalam proses belajar, khususnya bagi siswa tunanetra.
Teknologi ini bukan hanya memudahkan siswa, tapi juga membantu guru dalam memantau dan mendampingi peserta didik.
Guru SLB-A Pembina, Fahmi Budiansyah, yang ditugasi mengoperasikan papan interaktif tersebut, mengaku terkesan dengan fitur aksesibilitas yang tersedia.
"Papan interaktif digital ini punya sistem aksesibilitas bawaan. Ada top-bed yang bisa digunakan anak-anak tunanetra untuk mengakses papan interaktif itu," ujarnya saat ditemui di sekolah pekan ini.
Menurut Fahmi, papan pintar ini dipakai untuk berbagai kegiatan belajar, mulai dari kuis, pencarian materi dalam bentuk video dan audio, hingga fitur screen share.
Baca juga : Indonesia Diundang Hadiri Peringatan 100 Tahun Kapal Layar Tertua Di Dunia
"Anak-anak bisa mengeksplor. Bisa main kuis, cari materi video atau audio. Layar perangkat mereka juga bisa dishare ke papan interaktif. Jadi meski dipakai 4–5 siswa sekaligus, guru tetap mudah memantau," jelasnya.
Awalnya Fahmi sempat canggung, namun setelah mencoba ia menemukan sistemnya mirip Android, lengkap dengan fitur pembaca layar.
"Saya coba-coba dulu. Ternyata sistemnya sama seperti Android, ada tap bad pembaca layar. Begitu saya kuasai, saya tawarkan anak-anak. Dan ternyata benar, mereka bisa akses langsung," ceritanya.
Hasilnya, siswa tunanetra antusias menggunakan papan interaktif itu. Mereka bahkan bisa membuka aplikasi seperti YouTube secara mandiri.
"Karena papannya menghasilkan visual dan audio. Jadi tunanetra pun tetap bisa menggunakan papan interaktif ini" tambah Fahmi.
Baca juga : Ketua Komisi VI DPR Apresiasi Pemerintah Atas Usulan Perubahan UU BUMN
Salah satu pengalaman menarik, kata Fahmi, ketika seorang murid bernama Gres mengalami masalah laptop yang layarnya mati. Solusinya, perangkat Gres disambungkan ke smart board sehingga tetap bisa dipakai belajar.
"Permasalahan Gres bisa terselesaikan dengan papan interaktif," ujarnya.
Fahmi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menghadirkan fasilitas ini.
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sudah peduli pada sekolah luar biasa, khususnya anak-anak tunanetra. Negara maju itu pasti memperhatikan aksesibilitas, salah satunya di pendidikan,* ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah terus berkomitmen memperhatikan pendidikan disabilitas.
Baca juga : Smart Board Dari Kemendikdasmen Bikin Siswa SLB Makin Semangat Belajar
"Harapan saya, Pemerintah terus berkembang untuk memperhatikan anak-anak disabilitas, agar pendidikan bisa diakses semua kalangan, termasuk tunanetra dan anak berkebutuhan khusus," katanya.
Fahmi juga berharap fasilitas smart board ke depan bisa tersedia di semua jenjang SLB-A, mulai dari TKLB, SDLB, SMPLB, hingga SMALB.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya