Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Partai Di Semua Rezim Pemenang Pemilu, Bahlil: Golkar Tidak Punya DNA Oposisi
Minggu, 5 Oktober 2025 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia berkelakar bahwa Partai Golkar ibarat iklan minuman kemasan, Teh Sosro. Yaitu, sebagai minuman semua jenis makanan. Kalau Golkar, adalah partai di semua rezim pemenang Pemilu
“Kita itu harus seperti Teh Sosro. Apapun makanannya, minumannya Teh Sosro,” kata Bahlil dalam acara diklat yang digelar Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (3/10/2025) malam.
Partai Golkar, kata Bahlil, tidak memiliki DNA oposisi terhadap Pemerintah. Justru, kata dia, partai berlambang Pohon Beringin ini didirikan sebagai instrumen politik yang membantu Pemerintah.
“Esensinya di sana, kita enggak punya budaya oposisi,” tutur Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2019-2024.
Baca juga : 20 Ribu Sarjana Siap Digembleng, Magang SIAPKerja Dibayar Setara UMK
Bahlil menceritakan, ketika Ketum Golkar mencoba menjadi oposisi Pemerintah, nasibnya tidak akan berlangsung lama. Nah, langkah tersebut menurut Bahlil merupakan bentuk uji nyali politik. “Itu sudah terjadi berkalikali. Coba-coba saja. Uji nyali, enggak bisa bos. Mau uji nyali? Enggak bisa, bos,” katanya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mengatakan bahwa nyalinya juga dapat diuji. Namun, bagaimanapun nyali tetap harus diukur.
“Makanya sejarah ini penting saya sampaikan. Bahwa Golkar ini dilahirkan untuk menjadi instrumen politik Pemerintah dalam rangka mewujudkan cita-cita proklamasi yang ada pada Undang-Undang 1945 dan Pancasila,” kata Bahlil.
Untuk diketahui, Partai Golkar sempat memutuskan menjadi oposisi namun tidak bertahan lama. Yaitu, di awal Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla pada 2004- 2009. Oposisi bertahan kurang dari satu tahun.
Baca juga : Kinerja KAI Makin Moncer, Dongkrak Ekonomi Negeri
Selanjutnya, di awal rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 2014-2019, Partai Beringin menjadi oposisi sampai 2016 saja. Di acara AMPG itu, Bahlil memberikan wejangan agar sayap Partai Golkar terus bersemangat menggaet generasi muda menuju kontestasi Pemilu 2029. Kata Bahlil, sekitar 75 persen pemilik suara pada Pemilu 2029 berusia 17 hingga 34 tahun.
Di sisi lain, kata Bahlil, tidak ada satupun partai politik di dunia yang bisa bertahan tanpa keterlibatan anak muda.
“Anak muda itu adalah sumber pembaharu dan anak muda itu adalah gerakan pembaharu. Dan saya yakin dengan anak muda ini akan bisa membawa Partai Golkar ke depan untuk meningkatkan perolehan kursi di Pemilu 2029,” pungkas Bahlil.
Ketua Umum AMPG, Said Ali Al Idrus bertekad akan merekrut 2 juta kader menjelang bukan euforia, tapi berdasarkan kalkulasi rasional. Said menuturkan, pihaknya akan mendatangi 38 provinsi dan merekrut 200 kader utama di masing-masing wilayah.
Baca juga : DPRD Sarankan Pemda DKI Mulai Ketatkan Ikat Pinggang
“Dengan demikian, AMPG mencetak 7.600 kader tingkat provinsi di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Kemudian, AMPG juga akan mencetak 150 kader utama di setiap kabupaten atau kota sehingga melahirkan 62.000 kader utama pada tingkat daerah. Selanjutnya, AMPG juga akan mencetak 50 kader utama di setiap kecamatan di seluruh Indonesia.
“Dikalikan 7.274 kecamatan, ada 363.700 kader yang akan menjadikan AMPG ini sebagai benteng terdepan Partai Golkar untuk menjadikan partai ini lebih diminati masyarakat,” katanya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya