Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sikat 6 Smelter Di Babel, Prabowo Perang Lawan Serakahnomics Tambang
Jumat, 10 Oktober 2025 07:30 WIB
Sebelumnya
Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai penyitaan enam smelter ilegal di Babel sebagai bukti perang total Presiden Prabowo melawan “serakahnomics tambang”. “Ini bukan sekadar penegakan hukum biasa, tapi langkah strategis menegakkan kedaulatan sumber daya alam,” ujarnya di Jakarta, kemarin.
Iwan menyebut, selama bertahun-tahun sektor tambang menjadi ladang kebocoran besar. “Kerugian negara akibat pembiaran tambang ilegal mencapai Rp 300 triliun. Itu angka yang menggambarkan betapa parahnya kebocoran ekonomi nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tegas Prabowo juga melengkapi kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah mencabut izin 190 perusahaan tambang. “Banyak dari mereka tidak menjalankan kewajiban reklamasi dan pengelolaan lingkungan,” kata Iwan.
Baca juga : Kali Ini, Trump Disanjung Dunia
Menurut data Kementerian ESDM, ada 2.741 titik tambang ilegal tersebar di Indonesia. Sedikitnya 1.063 titik berpotensi menyebabkan kerugian minimal Rp 300 triliun.
“Penegakan aturan tidak boleh pandang bulu. Kalau perusahaan tidak berkomitmen pada reklamasi dan lingkungan, ya harus dicabut izinnya,” tegas Iwan.
Jika kebijakan tegas seperti ini dijalankan konsisten, dia yakin, negara bisa menyelamatkan ribuan triliun rupiah. Dananya dialokasikan ke program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Baca juga : Pemerintah Terus Benahi Program Makan Gizi Gratis
“Sehingga kekayaan alam Indonesia akan kembali ke rakyat, bukan ke tangan segelintir pengusaha serakah,” harap Iwan.
Sebelumnya, di acara penyerahan penyitaan 6 smelter ilegal di Babel, Presiden mengaku puas dengan kinerja aparat hukum yang telah membantu menyelamatkan duit negara. “Ini kebocoran besar yang harus kita hentikan. Kita selamatkan kekayaan negara untuk rakyat kita,” tegas Prabowo di lokasi acara.
Menurutnya, tambang ilegal telah merugikan negara hingga Rp300 triliun. Karena itu, pemerintah tak akan berkompromi. “Tekad kita membasmi illegal mining, membasmi penyelundupan, dan kita tidak pandang siapa-siapa di sini,” ucap mantan Danjen Kopassus itu.
Baca juga : KPU Berbenah, Lebih Terbuka Dan Kolaboratif
Langkah Presiden Prabowo di Babel menandai kembalinya negara sebagai pengendali sumber daya alam. Bukan lagi jadi penonton. “Tidak boleh ada lagi kebocoran. Kita akan terus berjuang untuk kedaulatan ekonomi nasional,” tegas Prabowo. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya