Dark/Light Mode

Dana Transfer Dipangkas, Gubernur Kalteng Geber PAD Tambang

Selasa, 21 Oktober 2025 20:19 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran. Foto: Instagram/gubernurkalteng
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran. Foto: Instagram/gubernurkalteng

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran mengatakan akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan sumber daya alam (SDA) sektor pertambangan secara bijak guna mendukung kesejahteraan masyarakat. 

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Agustiar Sabran saat memimpin Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD Sektor Pertambangan Provinsi Kalteng Tahun 2025, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (21/10/2025).    

Diawal pemaparannya, Gubernur Agustiar Sabran mengatakan, penurunan Dana Transfer dari pusat selama 8 bulan kepemimpinannya ini, berdampak pada penerimaan daerah. 

Untuk itu, diperlukan terobosan dan kebijakan yang strategis dan inovatif untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah penurunan dana transfer pusat ini.

“Diperlukan langkah nyata dan terukur melalui sinergi dengan sektor strategis seperti di sektor pertambangan untuk memperkuat basis pendapatan daerah,” kata Agustiar. 

Baca juga : Laga Berat Bhayangkara FC Di Kandang Semen Padang

Dia mengajak semua pihak untuk dapat bersinergi mendukung visi pembangunan Kalteng yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat Dayak dan seluruh warga Kalteng menuju Indonesia Emas 2045. 

Olehnya itu, dia meminta perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kalteng, dapat mematuhi kewajiban pajak daerahnya.

Pajak tersebut mulai dari pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak air permukaan, pajak alat berat, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, dan pajak mineral bukan logam dan batuan. 

Selain itu, dia meminta perusahaan membeli BBM melalui Wajib Pungut (WAPU) resmi Kalteng, memprioritaskan tenaga kerja lokal, dan menjalankan program CSR yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dia juga mendorong kendaraan yang ada di Kalsel menggunakan kendaraan berplat KH, menggunakan material galian C berizin, membuka rekening di Bank Kalteng, serta melaporkan data alat berat secara berkala. 

Baca juga : Ada Kurir Sabu Ditangkap, Pelni Minta Pengawasan Diperketat

"Pembangunan daerah harus menyeluruh, tidak hanya memperbaiki infrastruktur seperti jalan, tetapi juga memperkuat pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial," tegas Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menginstruksikan seluruh bupati/wali kota se-Kalteng untuk tegas menegakkan aturan pajak dan membentuk Satgas Optimalisasi PAD dengan dukungan anggaran dan sarana operasional. “Pemprov Kalimantan Tengah siap mendukung penuh upaya tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kalteng Leonard S. Ampung mengatakan bahwa rapat optimalisasi PAD sektor pertambangan ini bertujuan menyatukan langkah antara Pemprov dan Pemerintah kabupaten (Pemkab)/Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menggali, mengoptimalkan, dan mengamankan potensi PAD dari sektor pertambangan. 

"Melalui koordinasi dan kolaborasi, kita dapat mengurangi kebocoran, menekan tunggakan, dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak," katanya. 

Leonard menjelaskan, optimalisasi PAD sektor Pertambangan bukan hanya kewajiban fiskal, tetapi komitmen moral dan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Kalteng yang maju, Berkah, dan bermartabat sesuai motto Pemerintah daerah. 

Baca juga : KPK Dalami Peran Gubernur Kalbar dalam Kasus Proyek Jalan Mempawah

“Melalui sinergi, digitalisasi, disiplin kepatuhan, serta keberpihakan terhadap masyarakat dan lingkungan, Pemerintah Provinsi bertekad memperkuat fondasi ekonomi daerah menuju kemandirian fiskal dan pembangunan berkelanjutan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” jelasnya. 

la juga mendorong setiap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Kalteng seperti PT. Bank Kalteng, PT. Jamkrida, dan PT. Banama Tingang Makmur, tampil sebagai motor penggerak ekonomi daerah di sektor strategis seperti energi, transportasi, dan pertambangan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.