Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soroti Sektor Ekonomi Kreatif
Politisi Gerindra Ingatkan Potensi Yang Luar Biasa
Rabu, 22 Oktober 2025 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono mengatakan, ada potensi luar biasa di sektor ekonomi kreatif. Sektor ini diyakini dapat menjadi tulang punggung baru perekonomian nasional.
“Serapan tenaga kerja dari ekonomi kreatif mencapai sekitar 21 hingga 26 juta orang,” kata Bambang dalam diskusi bertajuk “Memaksimalkan Potensi Ekonomi Kreatif” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Bahkan, kata Anggota Komisi VII DPR itu, jika sektor ekonomi kreatif dikembangkan secara serius, dengan dukungan anggaran yang memadai, akan lebih besar lagi dampaknya. Dia mengatakan, jika sektor ini berjalan baik, perekonomian nasional akan melesat lebih cepat.
“Sayangnya, potensi besar ini belum didukung oleh kebijakan anggaran yang memadai. Pemerintah perlu lebih fokus mengembangkan sektor ekonomi kreatif,” ujarnya.
Bambang mengungkapkan, anggaran yang disiapkan untuk sektor ekonomi kreatif tahun ini hanya sekitar Rp 270 miliar, dan itu pun belum seluruhnya direalisasikan. Dia meminta Pemerintah mempercepat realisasi anggaran dan memperbesar dukungan terhadap subsektor kreatif di seluruh Indonesia.
Baca juga : Kilang Balongan Dan Cilacap Gerakkan Ekonomi Rakyat
“Sektor ini memiliki daya tahan tinggi terhadap krisis dan berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi serta digitalisasi,” pungkas Bambang.
Sebelumnya, seusai kunjungan kerja Komisi VII DPR di Yogyakarta pada Rabu (24/9/2025), Bambang menilai, sektor ekonomi kreatif memiliki peran vital, bukan saja hanya sebagai penopang ekonomi nasional, tetapi juga sebagai identitas bangsa yang diminati wisatawan mancanegara.
“Batik, musik, seni pertunjukan, kuliner Nusantara, semua itu justru dicari turis mancanegara. Tapi anggarannya sangat kecil, hanya Rp 279 miliar. Padahal dulu pernah sampai Rp 900 miliar, itu pun masih kurang,” ungkapnya.
Bambang menjelaskan, dengan anggaran tersebut, harus membina lebih dari lima juta pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. Bambang mencontohkan usaha batik Anantari di Yogyakarta yang mampu berkembang pesat berkat pendampingan dari Kemenparekraf.
“Kalau usaha kecil saja bisa naik kelas dengan pendampingan, bayangkan kalau dukungannya lebih besar, skalanya bisa berlipat-lipat,” katanya.
Baca juga : Fondasi Ekonomi Kuat Pertumbuhan Terjaga
Politisi Partai Gerindra ini menyoroti potensi kuliner Nusantara yang belum tergarap optimal. Dia mengagakan, dari lebih 3.000 jenis makanan khas Indonesia, hanya segelintir saja yang mendunia.
“Rendang bisa jadi makanan terenak di dunia, batagor jadi camilan favorit. Kalau ribuan lainnya dieksplorasi, dampaknya akan luar biasa,” ujarnya.
Bambang menjelaskan, ekonomi kreatif erat kaitannya dengan UMKM. Kata dia, sebagian besar pelaku ekonomi kreatif merupakan usaha mikro. Dia mengungkapkan, kontribusi sektor ini terhadap produk domeatik bruto (PDB) mencapai sekitar 6 persen atau setara Rp1.600-1.800 triliun.
“Dengan serapan tenaga kerja hingga 26 juta orang,” ujarnya
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. (Foto: Instagram/teukuriefky)
.Terpisah, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya memastikan, pihaknya terus mendorong peningkatan sektor ekonomi kreatif di Tanah Air. Saat ini, kata dia, Pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif (Ekraf) di 28 provinsi di Indonesia. Sebelumnya, baru lima provinsi yang memiliki dinas tersebut.
“Walau masih bergabung dengan dinas lain, nantinya akan memiliki unit khusus Ekraf. Selain itu, ada sekitar 80 kabupaten/kota yang juga sedang dalam proses pembentukan Dinas Ekraf,” ujar Riefky dalam acara World Conference on Creative Economy di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Riefky menjelaskan, perluasan Dinas Ekraf ke berbagai daerah untuk mendorong para pelaku ekonomi kreatif mampu menembus pasar global. Harapannya, kata dia, sektor ini bisa membantu pencapaian target Presiden Prabowo Subianto.
“Termasuk dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan kontribusi terhadap PDB, serta memperkuat investasi dan ekspor dari sektor ekonomi kreatif,” tambahnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya