Dark/Light Mode

Ahli Gizi: Efek Positif Program MBG Akan Terlihat Setelah Setahun

Minggu, 26 Oktober 2025 13:24 WIB
Ibu Negara Brazil Janja da Silva (kedua kiri) meninjau siswa-siswi menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 05 Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (24/10/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Ibu Negara Brazil Janja da Silva (kedua kiri) meninjau siswa-siswi menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 05 Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (24/10/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintah sejak 6 Januari 2025 menargetkan perbaikan gizi bagi siswa PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui. Meski dampaknya tidak instan, para ahli gizi meyakini hasil signifikan akan terlihat dalam waktu satu tahun. Hingga 15 Oktober 2025, jumlah penerima MBG sudah mencapai 35,4 juta orang, atau tujuh kali lipat populasi Singapura.

Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia IPB, Prof. Hardinsyah, menjelaskan, waktu untuk merasakan dampak program ini berbeda-beda. “Dampak gizinya bisa dirasakan tiga bulan sampai satu tahun kemudian, tergantung usia penerima manfaat. Kalau anak-anak, lebih cepat efektivitasnya,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (26/10/2025).

Hardinsyah menegaskan, MBG merupakan investasi jangka panjang untuk memutus rantai stunting yang menjadi masalah lintas generasi. “Anak-anak remaja kita sekarang, 15 tahun lagi akan jadi orang tua. Maka sejak remaja harus dicegah stunting-nya agar keturunannya sehat, lewat intervensi pemenuhan gizi,” jelasnya.

Baca juga : Polda Lampung Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah

Ia menambahkan, pemberian makanan bergizi di sekolah tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga meningkatkan kemampuan kognitif dan daya belajar. Dampak program ini bisa dipantau lewat pengukuran tinggi dan berat badan siswa secara berkala di sekolah. Untuk balita, pengukuran dilakukan setiap bulan di posyandu karena fase pertumbuhannya cepat.

Namun, agar tujuan MBG tercapai, keamanan pangan menjadi hal utama. “Aspek keamanan pangan itu tidak bisa ditawar dan harus diawasi ketat. Setelah itu, baru kita bicara soal rasa makanan,” kata Hardinsyah.

Menurutnya, makanan yang aman dan disukai akan otomatis meningkatkan penyerapan gizi tubuh. “Kalau bicara gizi, itu hal yang tidak tampak. Begitu makanan aman dan disukai, gizi otomatis terserap tubuh. Jadi pengawasan itu sangat penting,” tegasnya.

Baca juga : Rilis Single Siap Kehilangan, Pasto Comeback Setelah 15 Tahun

Dalam pelaksanaannya, program MBG dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan melibatkan berbagai profesi terkait kesehatan dan gizi. Ahli gizi dan tenaga kesehatan masyarakat punya peran berbeda namun saling melengkapi, terutama dalam menjamin keamanan pangan yang disajikan.

Dampak Lebih Luas: Pendidikan dan Kehadiran Siswa

Program MBG bukan hanya soal gizi dan kesehatan. Program ini juga dirancang untuk meningkatkan kehadiran siswa di sekolah. Makan siang gratis membuat anak-anak lebih semangat datang dan tidak absen karena harus membantu orang tua. Dengan gizi membaik, anak juga lebih sehat dan jarang sakit, sehingga kehadiran meningkat.

Dari sisi akademis, perbaikan asupan gizi diharapkan meningkatkan konsentrasi belajar yang berdampak pada kenaikan nilai rapor setiap semester.

Baca juga : Amorim Aman, MU Pastikan Tak Akan Ganti Pelatih Cepat-Cepat

Keberhasilan MBG butuh partisipasi semua pihak. Guru bisa berperan dari hal sederhana, seperti mengarahkan siswa mencuci tangan sebelum makan dan membiasakan makan bersama di kelas. Orang tua juga dapat menjadi pengawas informal, misalnya dengan meninjau proses pengolahan di dapur SPPG untuk memastikan keamanan pangan.

Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, program MBG diharapkan mampu melahirkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.