Dark/Light Mode

Sukses Tekan Tarif Ke 19 Persen, Airlangga Kejar 0 Persen Untuk Komoditas Kunci

Selasa, 4 November 2025 13:44 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sukses mencapai kesepakatan penurunan tarif menjadi 19 persen, turun drastis dari sebelumnya 32 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kini menargetkan negosiasi lanjutan untuk menekan tarif hingga nol persen, khususnya bagi komoditas andalan Indonesia.

Kesepakatan ini dicapai pasca terbitnya pernyataan resmi Presiden AS pada 7 Juli 2025 lalu. Indonesia tercatat menjadi salah satu negara pertama yang berhasil mencapai kesepakatan penting tersebut.

Saat ini, seluruh aspek penyusunan dokumen hukum (legal drafting) sedang berjalan secara cermat. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh klausul kesepakatan sesuai dengan regulasi nasional, komitmen internasional, dan dapat diimplementasikan dengan baik.

Pemerintah Indonesia dipastikan akan melanjutkan proses negosiasi lanjutan terkait kebijakan tarif tersebut. Langkah negosiasi berikutnya akan dilakukan setelah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC pada akhir bulan November 2025.

Baca juga : Yakin, Bisa Dapat Tarif 0 Persen Untuk Komoditas Tertentu

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, angkat bicara mengenai langkah ini. Ia menyatakan bahwa langkah negosiasi lanjutan ini dilakukan secara terukur dan merupakan bentuk kehati-hatian diplomasi ekonomi Indonesia.

"Pemerintah berkomitmen agar setiap kesepakatan ekonomi yang ditandatangani membawa manfaat langsung bagi masyarakat," kata Haryo.

Haryo menambahkan, kesepakatan juga harus memperkuat struktur industri nasional. Selain itu, diplomasi ini sekaligus untuk menjaga posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang mandiri dan netral di tengah dinamika geopolitik global.

Tim Negosiasi Tarif Indonesia-AS ini dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Terkait upaya negosiasi penurunan tarif hingga nol persen, Airlangga meyakini hal itu bisa tercapai.

Baca juga : KPK Tetapkan Wakil Ketua DPRD OKU Tersangka Korupsi Proyek Dinas PUPR

Ia optimis produk-produk yang tidak dapat diproduksi oleh Amerika Serikat, seperti kelapa sawit, kakao, dan karet, akan mendapatkan tarif sebesar nol persen.

Selain komoditas tersebut, Pemerintah Indonesia juga meminta perlakuan khusus bagi komoditas tertentu yang menjadi bagian dari rantai pasok industri kesehatan, serta membahas isu non-tarif.

Dalam seluruh proses perundingan ini, Pemerintah Indonesia akan terus mengedepankan kepentingan nasional, sembari tetap mendorong penguatan hubungan bilateral dengan AS.

Penawaran yang disampaikan dirancang untuk mencapai perdagangan yang adil dan berimbang (fair and square trade). Prinsip kesetaraan dan keseimbangan ini menjadi prioritas dalam setiap tahapan negosiasi.

Baca juga : Ekspor Pertanian Meroket 42,19 Persen, Indonesia Kian Diperhitungkan di Dunia

"Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia menjalankan diplomasi ekonomi yang bebas dan aktif," pungkas Juru Bicara Haryo.

Pendekatan ini, sebutnya memastikan setiap langkah kebijakan dan negosiasi perdagangan dilakukan untuk melindungi kepentingan nasional, memperkuat kedaulatan ekonomi, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.