Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
Kisah Pelaut PIS Hadapi Ombak, Bajak Laut, dan Tantangan Global
Minggu, 2 November 2025 21:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menerjang ombak setinggi gedung dan bersiaga menghadapi serangan perompak sudah jadi keseharian para pelaut Pertamina International Shipping (PIS). Mereka berdedikasi tinggi menjaga kelancaran distribusi energi nasional, apa pun risikonya.
Captain Andhika Dwi Cahyo dari PIS menceritakan pengalamannya saat menakhodai kapal tanker minyak mentah di Tanjung Harapan, Afrika Selatan. Ia mengaku harus berjuang melawan cuaca ekstrem dengan ombak setinggi sembilan meter yang terus menghantam kapal.
Lain lagi kisah Captain Adi Nugroho, pelaut senior yang sudah berlayar hampir 30 tahun. Menurutnya, ancaman terbesar di laut adalah serangan perompak.
“Ada modus di sekitar Palawan, Filipina Barat. Sejumlah nelayan menawarkan ikan dengan kapal cepat, padahal itu kamuflase karena mereka membawa senjata laras panjang,” ujar Adi, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (2/11/2025).
Baca juga : SOKSI Bagikan 5.000 Paket Sembako untuk Rakyat dalam Rangka HUT ke-61 Golkar
Sementara itu, Eka Retno Ardianti, 3rd Officer di kapal PIS Natuna, punya cerita berbeda. Minatnya yang tinggi terhadap dunia traveling membuatnya memilih karier sebagai pelaut, meski sempat ditentang keluarga.
“Awalnya orang tua melarang karena menganggap perempuan tak cocok jadi pelaut. Tapi akhirnya mereka melunak, dan sekarang saya bisa kerja sambil jalan-jalan,” ujarnya, sambil tertawa.
Menurut Andhika, pelaut Indonesia kini makin dikenal di dunia internasional karena keterampilan dan keuletannya. “Pelaut Indonesia punya kemampuan yang tidak kalah dari pelaut luar negeri. Tapi kita harus terus memperbarui pengetahuan tentang regulasi dan ketentuan pelayaran internasional yang terus berkembang,” katanya, yang kini bertugas sebagai Master Kapal Pertamina Gas 1.
Captain Adi sependapat. Ia menilai kemampuan bahasa Inggris menjadi tantangan utama bagi pelaut dalam negeri.
Baca juga : Kemenag Pastikan, Peralihan Aset Haji ke Kemenhaj Berjalan Tanpa Hambatan
“Kalau dari kemampuan teknis, kita enggak kalah. Tantangannya di bahasa Inggris,” ujarnya, yang kini menjadi Master Kapal PIS Papandayan.
PIS telah memperkuat kemampuan bahasa Inggris awak kapalnya lewat Marlin Test dan pembekalan komunikasi berstandar internasional.
Profesi pelaut yang dulu identik dengan laki-laki, kini mulai diwarnai kehadiran kru perempuan. Eka mengaku mendapat perlakuan yang setara di lingkungannya.
“Semua dinilai dari kompetensi. Tapi saya merasakan PIS memberi perhatian lebih untuk kebutuhan pekerja perempuan, sehingga kami bisa berkarier dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Baca juga : Dybala Siap Comeback, Roma Tantang Inter Di Olimpico
Saat ini, PIS mengelola lebih dari 2.500 kru kapal untuk in-house ship management. Dukungan terhadap kesejahteraan pelaut diwujudkan lewat pencapaian zero fatality dan 40,5 juta jam kerja aman — bukti keseriusan perusahaan menjaga keselamatan kerja di tengah ekspansi global.
Kini, PIS mengoperasikan 106 kapal milik sendiri, melayani lebih dari 50 rute internasional, dan memiliki kantor cabang di Singapura, Dubai, dan London. Tahun 2025, hasil Tanker Management and Self-Assessment (TMSA) dari Exxon mencatat skor 3,05 dari skala 4, sebagai pengakuan atas standar tinggi operasional armada PIS.
“Selain menciptakan lingkungan kerja yang baik bagi pelaut, kami juga membantu mereka meningkatkan kemampuan secara berkala. Kami yakin pelaut Indonesia, khususnya di PIS, punya daya saing global,” ujar Corporate Secretary PIS, Muhammad Baron.
Seluruh pelaut PIS berperan penting dalam mendistribusikan 161 miliar liter minyak, BBM, dan LPG ke seluruh negeri dan mancanegara — menjadi tulang punggung energi Indonesia di tengah gelombang samudra dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya