Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prabowo Panggil Panglima Dan Kapolri Ke Kertanegara Tadi Malam, Ini Yang Dibahas
Senin, 10 November 2025 08:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memanggil Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat terbatas (ratas) di kediamannya, Jl Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025) malam.
Ada dua isu krusial yang dibahas: penertiban tambang ilegal dan perkembangan kasus bom di SMAN 72 Jakarta.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo meminta laporan langsung terkait kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
"Beliau pertama berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Wakil Panglima TNI," kata Prasetyo Hadi usai ratas.
Prasetyo menyebut, Presiden ingin mendapatkan update terbaru, terutama laporan sekembalinya para menteri dan panglima dari peninjauan di Morowali.
Baca juga : Indra Sjafri Panggil 30 Pemain Buat Uji Coba Kontra Mali
Satgas PKH ini dibentuk pemerintah untuk mengamankan sumber daya alam (SDA) milik negara agar tidak dinikmati pihak yang salah. Satgas ini bertugas mengembalikan penguasaan negara atas kawasan hutan yang dikuasai secara ilegal.
Seperti di Bangka Belitung, pada Sabtu (8/11), Satgas Halilintar PKH menertibkan dua lokasi penambangan ilegal.
"Nah, kemarin menengok atau meninjau kondisi di Morowali dan tadi melaporkan kepada Bapak Presiden," tambahnya.
Pada kesempatan itu, lanjut Prasetyo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga melaporkan soal kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara. "Kalau Pak Kapolri tadi melaporkan ke Bapak Presiden ingin mendapatkan update mengenai kasus kemarin terjadinya ledakan di SMA 72," lanjutnya.
Insiden yang terjadi pada Jumat (7/11) itu menyebabkan 96 orang luka-luka. Adapun pelaku ledakan diduga adalah salah satu siswa di sekolah tersebut.
Baca juga : Prabowo Pastikan Utang Kereta Whoosh Aman: Saya Tanggung Jawab
Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Polri yang telah bergerak cepat merespons kasus itu dan menyelidiki TKP. Namun, Presiden menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak.
Presiden, kata Prasetyo, meminta agar kepedulian sosial di masyarakat dihidupkan kembali.
"Beliau juga menyampaikan bahwa kita memang perlu menumbuhkan kembali kepedulian sosial, menghidupkan kembali kehidupan bermasyarakat kita," kata Prasetyo.
"Beliau juga tadi membahas bagaimana karang taruna harus aktif kembali, Pramuka harus aktif kembali," tambahnya.
Prabowo juga menyoroti peran guru dan tenaga pendidik untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar jika ada hal yang mencurigakan.
Baca juga : Narkoba Jadi Ancaman Besar Masa Depan Kita
Secara khusus, Presiden menyatakan mesti ada cara untuk membatasi akses game online bagi anak-anak agar tidak terpapar konten kekerasan.
"Beliau tadi menyampaikan bahwa kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari game online," ujar Prasetyo.
"Karena, tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya