Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Profil Singkat Arif Satria, Rektor IPB Yang Kini Jadi Kepala BRIN
Senin, 10 November 2025 16:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rektor IPB University Arif Satria kini telah resmi menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menggantikan Laksana Tri Handoko yang telah memimpin lembaga tersebut sejak 31 Mei 2018.
Arif lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 17 September 1971. Di kota yang terkenal dengan kerajinan batiknya, Arif menempuh pendidikan dasar hingga menengah. Arif yang saat ini menjabat Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2021-2026, tercatat sebagai alumnus SMA Muhammadiyah Pekalongan Angkatan 1990.
Melansir situs resmi IPB University, Arif menempuh pendidikan sarjana Program Studi Penyuluhan Pertanian di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian di IPB University, melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) tahun 1990.
Setelah tamat program sarjana pada tahun 1995, Arif melanjutkan pendidikan Magister Sosiologi Pedesaan IPB dan lulus pada 1999. Tahun 2006, Arif menyabet gelar doktor dari Kagoshima University, Jepang, dalam bidang Marine Policy.
Baca juga : Presiden Lantik Rektor IPB Arif Satria Jadi Kepala BRIN
Tak cuma itu, Arif juga pernah menjalani program visiting student di Fisheries Center, University of British Columbia, Kanada.
Karier akademiknya dimulai pada 1997 sebagai dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan IPB. Pada 2019, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam bidang Ekologi Politik.
Arif yang pernah menjadi Dekan Termuda Fakultas Ekologi Manusia pada periode 2010-2017, dipercaya menjadi Rektor IPB University untuk periode 2017–2022. Setelahnya, Arif kembali diberi amanah untuk memimpin IPB pada periode 2023–2028.
Selama dua periode kepemimpinan Prof. Arif Satria (2018–2022 dan 2023–2028), IPB mengalami transformasi signifikan melalui inisiatif Global South Leadership in Innopreneurship.
Baca juga : Segera Disidangkan: Nasib Sahroni, Nafa, Uya dan Eko Ada di Palu MKD
Strategi ini telah membawa IPB menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di dunia dalam bidang pertanian dan biosains tropika.
Reputasi IPB di tingkat global tercermin dalam QS World University Rankings by Subject untuk bidang Agriculture and Forestry. IPB menempati peringkat 45 dunia, peringkat 8 Asia, dan peringkat 1 Asia Tenggara.
Tahun 2023 menjadi momentum penting bagi IPB, dengan raihan peringkat 1 dunia untuk SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), peringkat 9 dunia untuk SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), serta peringkat 10 dunia untuk SDG 2 (Tanpa Kelaparan).
Secara konsisten, IPB juga dianugerahi The Best SDGs University Award oleh Bappenas selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2022, 2023, dan 2024.
Baca juga : Gol Telat Athekame Selamatkan Milan Dari Kekalahan Di San Siro
Selain itu, dalam QS World University Rankings: Sustainability 2025, IPB berhasil masuk dalam Top 426 dunia, menempati peringkat ke-2 di Indonesiadan peringkat ke-3 di Asia Tenggara. Prestasi ini diperkuat oleh posisi IPB sebagai peringkat 1 di Indonesia dalam ASEAN University AppliedHE Ranking 2024.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya