Dark/Light Mode

Pakar Ingatkan Komitmen Pemda Kelola Geopark

Sabtu, 6 Desember 2025 22:09 WIB
Mendagri Tito Karnavian. (Dok. Kemendagri)
Mendagri Tito Karnavian. (Dok. Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Pusat Studi Geoheritage dan Geopark (PSGG) UPN Veteran Yogyakarta, Prasetyadi mendukung langkah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Rachmat Pambudy yang mendorong kepala daerah lebih berperan dalam pengelolaan geopark.

Prasetyadi menegaskan, keberlanjutan geopark sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah (Pemda) dan partisipasi masyarakat. Sebab, geopark sebagai skenario pengembangan masyarakat.

“Penetapan geopark memang diverifikasi pemerintah pusat melalui Bappenas, tetapi keberlanjutannya tetap bertumpu pada sinergi pemda dan masyarakat,” kata Prasetyadi saat dihubungi, Sabtu (6/12/2025).

Baca juga : Pramono Tegaskan Komitmen Pemprov DKI Perkuat Ekosistem Olahraga

Prasetyadi menyebut geopark dapat menjadi strategi pengembangan masyarakat berbasis konservasi yang saling menguntungkan bagi Pemda dan warga. Namun, komitmen kepala daerah menjadi syarat utama sebelum suatu kawasan ditetapkan sebagai geopark.

“Jika ada kawasan wisata yang ingin dijadikan geopark, komitmen itu harus tercermin dari kebijakan prioritas pemda,” ujarnya.

Menurutnya, kepala daerah perlu menyiapkan program unggulan untuk mendukung kawasan menjadi geopark. Selain itu, harus melibatkan partisipasi masyarakat.

Baca juga : Raih Predikat Silver pada ASRRAT 2025, PDC Buktikan Komitmen Berkelanjutan

"Kalau suatu kawasan geopark tidak menjadi model pengembangan masyarakat yang berkelanjutan berbasis konservasi akan sangat disayangkan," nilai Prasetyadi. 

Prasetyadi sepakat dengan pendapat Tito yang bilang Pemda punya kendala keterbatasan anggaran untuk mengelola geopark. Karena itu, diperlukan dukungan pusat, terutama untuk daerah dengan fiskal terbatas. Ia berharap Kemendagri dan Bappenas merumuskan skema pendanaan bagi daerah yang punya geopark, tapi kapasitas fiskalnya lemah.

Sebelumnya, Mendagri Tito menegaskan perlunya kepala daerah memahami manfaat strategis geopark. Mulai dari aspek warisan geologi, budaya, ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui wisata berbasis konservasi. Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya sosialisasi terkait pengembangan potensi geopark kepada kepala daerah yang didominasi baru menjabat.

Baca juga : Pimpin Renungan Ksatria Bhayangkara, Kapolri Tegaskan Komitmen Moral Polri

Menurut Tito, pemahaman ini penting agar para pemangku kepentingan dapat proaktif mendukung keberadaan geopark. Para kepala daerah perlu memahami yang harus dilakukan untuk mengembangkan geopark di wilayahnya.

“Proaktif untuk melakukan konservasi, edukasi, sosialisasi, dan mengembangkan sisi ekonominya agar kawasan hidup dan mandiri tanpa merusak lingkungan,” ujar Tito dalam acara Indonesia’s Geopark Leader Forum yang digelar pada Rabu (3/12/2025). 

Tito juga menyoroti keterbatasan anggaran Pemda dalam mengelola geopark. Ia mengusulkan Bappenas mempertimbangkan dukungan pendanaan bagi daerah yang memiliki geopark, tapi kapasitas fiskalnya lemah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.