Dark/Light Mode

Skor Indeks Integritas Nasional RI 72,32, KPK: Masih Kategori Rentan

Selasa, 9 Desember 2025 11:38 WIB
Foto: Oktavian/RM.
Foto: Oktavian/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Skor Indeks Integritas Nasional Indonesia yang diukur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 sebesar 72,32.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan, skor ini naik sekitar 0,9 poin dari tahun 2024 yang mencatatkan angka 71,53. Meski ada kenaikan, Setyo menyatakan menyebut skor tersebut masih kategori rentan.

“Skornya memang meningkat 0,8-0,9 poin dibandingkan tahun sebelummya, tapi secara rata-rata, skor ini masih rentan,” ujar Setyo dalam peringatan puncak Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, di Kompleks Kepatihan Provinsi DI Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).

Setyo menjelaskan, skor tersebut menunjukan bahwa perilaku korupsi masih ada.

“Skor ini bapak ibu, ini bukan hanya sekedar angka, tapi menunjukan bahwa perilaku korupsi di masing-masing (Instansi) itu masih ada,” ucapnya.

Baca juga : Vokasi Tulang Punggung Industri Nasional, Kemenperin Genjot Penguatan SDM

Karena itu, Setyo mengajak semua kementerian/lembaga untuk melakukan perbaikan.

“Kalau mau detail, bapak ibu bisa menugaskan inspektoratnya untuk hadir bersama dengan Kedeputian Pencegahan dan Monitoring nanti dibedah. Di bagian apa yang risiko integritasnya masih rendah,” jelasnya.

Selain itu, kementerian/lembaga juga bisa mengetahui potensi kerawanan terhadap suap dan gratifikasi maupun korupsi lainnya.

“Semua bisa dilihat, semua bisa diukur, dan ini kami lakukan angka ini secara jujur. Tidak ada kemudian bisa di-upgrade,” ungkap Setyo.

Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) itu mengingatkan, pengisian SPI harus jujur. Bila terdapat kecurangan dalam pengisian SPI, KPK dapat "mengendusnya".

Baca juga : Prioritas Saat Ini, Pengiriman Bantuan

“Kami memiliki alat, ada tool yang bisa mengukur, ini kira-kira benar apa nggak, kemudian kami bandingkan dengan dokumen penyertanya, dan sehingga kami simpulkan bahwa ini adalah akal-akalan. Setelah kami dalami, ternyata betul, ada cipta kondisi untuk bisa membuat skor dalam satu wilayah itu menjadi baik,” tandasnya.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminuddin mengatakan SPI dilaksanakan pada periode 1 Agustus-31 Oktober 2025. Ada 657 instansi kementerian, lembaga, BUMN, serta pemerintah daerah yang disertakan dalam kegiatan ini.

“Partisipasinya melibatkan berbagai perspektif, mulai dari internal instansi, pengguna layanan, hingga para ahli dan pemangku kepentingan dengan total responden mencapai 837.693 orang,” jelas Aminuddin.

Beberapa menteri Kabinet Merah menghadiri puncak peringatan Hakordia 2025 yang digelar di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).

Para menteri yang tampak hadir di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

Baca juga : Diplomasi Internasional dan Moderasi Islam di Indonesia

Hadir juga beberapa Kepala lembaga, di antaranya Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Sarah Sadiqa, Kepala Badan Pengawasan dan Keuangan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh.

Selain itu, beberapa kepala daerah juga hadir. Di antaranya, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Dan tentu saja, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai tuan rumah.

Selain itu, hadir lima pimpinan KPK, lima Dewan Pengawas (Dewas) KPK, serta beberapa mantan komisioner komisi antirasuah.

Puncak acara Hakordia 2025 diisi beberapa acara. Di antaranya, peluncuran Indeks Integritas Nasional. Kemudian, peluncuran buku peran serta masyarakat, penyerahan dokumen standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI), hingga penyerahan sejumlah penghargaan.

Hakordia diperingati setiap tanggal 9 Desember tahun untuk meningkatkan kesadaran publik agar bersikap antikorupsi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.