Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Insiden Mobil SPPG Tabrak Siswa
KSP Qodari: Evaluasi Keselamatan Armada SPPG Harus Diperketat
Jumat, 12 Desember 2025 17:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden mobil SPPG yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara.
Ia menegaskan bahwa pemerintah memandang serius peristiwa ini dan memastikan seluruh proses penanganannya berjalan dengan baik.
“Tentu kita prihatin ya. Ini bukan peristiwa yang diinginkan, dan ini juga merupakan kejadian pertama kali yang terjadi,” ujar Qodari usai mengisi Seminar Natal Nasional 2025 di Palangka Raya, Jum'at (12/22).
Baca juga : DPR: Evaluasi Manajemen Keselamatan Gedung Publik
Qodari menjelaskan bahwa penanganan aspek hukum sepenuhnya berada pada kepolisian. Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari pemberitaan media dan laporan lapangan, pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pengemudi kendaraan merupakan sopir pengganti yang baru dua hari bekerja, serta hasil tes urine dinyatakan negatif alkohol.
“Katanya mau menginjak rem malah menginjak gas. Saya lihat videonya, ini sebenarnya tidak masuk akal. Anak-anak sedang di halaman, dan gerbang itu tertutup. Pintu itu ditabrak. Kalau gerbang tertutup artinya siapapun tidak boleh masuk karena sedang ada kegiatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dari rekaman visual pada peristiwa tersebut, ada kemungkinan faktor ketidaksiapan atau kekeliruan pengemudi.
Baca juga : Darurat Pendidikan, Utamakan Keselamatan Guru-Anak Didik
“Ada kemungkinan sopirnya baru. Tapi ini baru dugaan ya. Bisa saja sopir lama, tetapi karena sesuatu hal dia mau menginjak rem malah menginjak gas,” katanya.
Menjawab pertanyaan mengenai evaluasi tata kelola operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), Qodari menegaskan perlunya penguatan menyeluruh pada manajemen armada dan sopir SPPG.
“Nanti pasti ada evaluasi. MBG dan SPPG ini bukan hanya bicara kualitas makanan dan gizi, tetapi juga manajemen secara keseluruhan. Harus ada SOP yang sangat kuat untuk driver dan mobil,” ujarnya.
Baca juga : Eddy Soeparno Minta Aparat Utamakan Keselamatan Masyarakat
Ia menekankan bahwa risiko tidak hanya muncul saat perjalanan, tetapi juga ketika kendaraan berada di lingkungan sekolah yang dipenuhi anak-anak.
Qodari menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan keselamatan dan meningkatkan tata kelola sistem secara menyeluruh.
“Baik di SPPG-nya sendiri, karena kejadian bisa saja terjadi dalam perjalanan maupun di sekolah yang banyak anak. Jadi ini adalah salah satu hal yang ke depan harus diperbaiki,” tutupnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya