Dark/Light Mode

Update Bencana Sumatera

1.016 Orang Meninggal, Pengungsi Terus Berkurang

Senin, 15 Desember 2025 08:00 WIB
Kapusdatin BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (14/12/2025). (Foto: YouTube/BNPB Indonesia)
Kapusdatin BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (14/12/2025). (Foto: YouTube/BNPB Indonesia)

 Sebelumnya 
“Ini terus kita pastikan angkanya. Supaya kebutuhan pangan untuk saudara kita yang terdampak bencana bisa tetap terus dipenuhi,” janji Muhari. 

Jumlah pengungsi terbanyak terdapat di Aceh Tamiang dengan 208.200 orang, Aceh Utara (166.900), Bireuen (49.100), Aceh Timur (45.600), dan Gayo Lues (33.800). 

Secara keseluruhan, banjir bandang dan longsor ini telah menyebabkan 1.200 fasilitas umum rusak. Mulai dari fasilitas kesehatan mencapai 219, fasilitas pendidikan 581, rumah ibadah 434, gedung/perkantoran 290, dan jembatan 145. 

Baca juga : Dampak Bencana Sumatera Lebih Luas Dari Tsunami

Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan lahan dan mengalokasikan anggaran untuk hunian tetap korban terdampak. Sambil menunggu pembangunan, pemerintah akan menyediakan hunian sementara agar para korban banjir tidak terlalu lama tinggal di posko pengungsian. 

Prabowo berpesan, korban terdampak banjir untuk sabar. Sebab dirinya tak dapat menyelesaikan pembangunan pasca bencana dengan waktu singkat. Namun, pemerintah akan bekerja keras memulihkan daerah terdampak agar masyarakat dapat hidup normal kembali. 

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan konektivitas utama di Sumut mulai pulih. Ruas strategis Jalan Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Medan, Binjai, Pangkalan Brandan, Tanjung Pura hingga perbatasan Aceh sudah dapat dilalui kembali, pada Minggu (14/12/2025). 

Baca juga : Dukung Peningkatan Pelayanan Bagi Jemaah Haji

Menteri PU Dody Hanggodo berjanji, penanganan jalan dan jembatan terus dilakukan agar akses masyarakat serta distribusi logistik kembali berjalan normal. “Pembukaan jalur transportasi menjadi prioritas utama setelah banjir dan longsor,” tegas Dody. 

Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian PU bersama Pemerintah Provinsi Sumut mengerahkan 96 unit alat berat, 6 unit alat pendukung, serta 1.957 unit bahan dan material penanganan kerusakan infrastruktur. Seluruh dukungan tersebut difokuskan pada pembukaan akses, perbaikan darurat, dan pembersihan material sisa banjir. 

Berdasarkan data terbaru, banjir dan tanah longsor di Sumut masih berdampak terhadap 12 ruas jalan nasional dan 4 jembatan nasional. Selain itu, terdapat 21 ruas jalan daerah dan empat jembatan daerah yang mengalami kerusakan di sejumlah kabupaten dan kota. 

Baca juga : OSO: Masuki Usia 58 Tahun, KKI Bina 9,5 Juta Anggota

Adapun untuk jalan tol, seluruh ruas terdampak di Sumut telah kembali beroperasi. Namun, pada ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi masih diberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow sejak 4 Desember 2025. 

Kementerian PU menargetkan rekayasa lalu lintas di jalan tol tersebut dapat dihentikan dan operasional kembali normal sepenuhnya sebelum 16 Desember 2025. 

“Pemerintah masih berupaya agar pemulihan dikebut untuk mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi bisa segera pulih,” pungkas Dody. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.