Dark/Light Mode

Ketidakharmonisan Hubungan Menjadi Sorotan

Gubernur Dan Wagub Kalbar Diminta Duduk Bersama

Rabu, 17 Desember 2025 06:45 WIB
Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan. (Foto: Instagram/kalbarprov)
Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan. (Foto: Instagram/kalbarprov)

 Sebelumnya 
Husni menegaskan, pejabat negara harus memiliki jiwa besar, serta memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing, sebagaimana diatur dalam UndangUndang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018. 

Menurutnya, gubernur dan wagub merupakan satu kesatuan kepemimpinan yang dipilih dalam satu paket pada Pemilu 2024, meski memiliki tugas dan kewenangan berbeda. Sebab itu, keduanya harus bersinergi menjalankan mandat pemerintahan. 

Husni juga menyayangkan pernyataan Wakil Gubernur Kalbar yang berpotensi menarik isu bernuansa etnis ke ruang publik. Dia menilai, perbedaan pandangan seharusnya dapat diselesaikan secara internal tanpa melibatkan elemen masyarakat lain. 

Baca juga : Afirmasi Angka 30 Persen, Golkar Dukung Total Perempuan

“Para tokoh dan elemen masyarakat mestinya mendorong gubernur dan wakil gubernur untuk bermusyawarah, bukan melontarkan pernyataan yang mengundang keresahan,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Husni mengingatkan, Kalbar masih menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari ketimpangan infrastruktur, tingginya angka kemiskinan, hingga indeks pembangunan manusia (IPM). 

Kata dia, kondisi tersebut diperberat dengan keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran. 

Baca juga : Diperiksa KPK 8,5 Jam, Eks Menag Yaqut Irit Bicara

“Untuk mengentaskan persoalan-persoalan ini, Pemerintah Daerah harus harmonis, kompak, dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” tegasnya. 

Sementara, Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan menilai, isu perbedaan pandangan yang mencuat merupakan hal biasa dan tidak perlu dipandang berlebihan. Menurutnya, persepsi konflik dapat muncul karena sudut pandang yang berbeda. 

“Konflik itu relatif. Bisa jadi satu orang merasa ada konflik, sementara yang lain merasa tidak ada. Saya memilih berpikir positif,” ujarnya. 

Baca juga : BTN Beri Relaksasi KreditUntuk Puluhan Ribu Nasabah

Politisi PDI Perjuangan itu juga menegaskan komitmen untuk tetap menjalankan tugas dan fungsi sebagai wagub, serta fokus bekerja dan melayani masyarakat Kalbar. Krisantus berharap, dinamika yang terjadi dapat disikapi secara dewasa dan proporsional oleh semua pihak. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.