Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Refleksi Kinerja 2025, Menag: Agama Bangkitkan Semangat Bangun Bangsa
Selasa, 23 Desember 2025 23:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukur atas capaian berbagai program berdampak yang dijalankan Kementerian Agama sepanjang 2025. Menurutnya, keberhasilan Kemenag tidak semata diukur dari indikator formal, melainkan dari sejauh mana umat semakin dekat dengan ajaran agamanya.
“Jika umat makin dekat dengan ajaran agama, kita bisa lega dan bernapas,” ujar Menag dalam dialog media bertajuk Refleksi Kinerja 2025 di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Dialog tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, jajaran pejabat Eselon I dan II, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, serta Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar.
Menag mengakui sejumlah survei menunjukkan penilaian positif terhadap kinerja Kementerian Agama. Namun, ia menilai umat beragama saat ini masih berjarak dengan nilai-nilai ajaran agamanya. Padahal, kedekatan tersebut diyakini dapat mendorong penurunan kriminalitas, peningkatan produktivitas, dan terciptanya kedamaian.
“Agama harus menjadi etos dan spirit yang membangkitkan semangat umat dalam membangun peradaban,” tegasnya.
Capaian Kemenag 2025
Sepanjang 2025, Kementerian Agama mencatat sejumlah capaian strategis. Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) mencapai skor 77,89 persen, tertinggi sejak survei pertama dilakukan pada 2015.
Baca juga : Libur Nataru 2026, CIMB Niaga Pastikan Kesiapan Layanan Operasional
Selain itu, transisi kelembagaan yang berlangsung selama 2025 membuat Kemenag semakin fokus pada peningkatan kualitas kehidupan beragama serta pendidikan agama dan keagamaan. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) kini telah berdiri mandiri, sementara pengelolaan haji mulai tahun depan dialihkan ke Kementerian Haji dan Umrah.
“Dengan perampingan kelembagaan, kami bisa lebih fokus menangani hal-hal krusial dan mendasar terkait pendidikan keagamaan dan kerukunan. Tidak ada artinya pertumbuhan ekonomi tanpa kerukunan,” ujar Menag.
Ia juga menyoroti pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren yang dinilai akan mengoptimalkan peran negara dalam memperkuat fungsi pesantren sebagai pusat tafaqquh fid din, dakwah, dan pemberdayaan umat.
Ekoteologi dan Kurikulum Cinta
Menag turut menekankan penguatan program Ekoteologi dan Kurikulum Cinta yang semakin relevan di tengah berbagai bencana alam, seperti banjir di Aceh dan Sumatra. Program ini telah digulirkan sejak Januari 2025.
“Tanpa bahasa agama, sulit membangun kesadaran umat untuk merawat lingkungan. Kini hampir setiap instansi berbicara soal ekoteologi. Bahkan, banyak lembaga luar negeri mengundang kami untuk berbagi pengalaman,” ungkapnya.
Menurut Menag, implementasi ekoteologi membutuhkan waktu panjang, sekitar empat hingga lima tahun, sebagai fondasi bagi generasi mendatang. Ia juga menegaskan pentingnya Kurikulum Cinta yang mengajarkan agama tanpa kebencian, dengan menekankan titik temu antarumat.
Baca juga : KPK Pamer Kinerja 2025: 11 OTT, 118 Tersangka, Pulihkan Aset Rp 1,53 Triliun
Masjid Ramah Pemudik
Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kemenag meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik yang melibatkan 6.859 masjid di 27 provinsi. Program ini berlangsung mulai 23 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
“Rumah ibadah adalah rumah kemanusiaan. Tahun ini jumlah masjid yang terlibat jauh lebih banyak dibanding tahun lalu,” kata Menag.
Pemberdayaan Ekonomi Umat
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menambahkan, capaian Kemenag 2025 mencakup aspek kualitatif dan kuantitatif. Dari sisi kualitatif, meningkatnya kualitas kerukunan umat tercermin dari skor IKUB yang tinggi.
Secara kuantitatif, Kemenag berhasil mensertifikasi sekitar 101 ribu guru sepanjang 2025. “Ini pertama kalinya dalam sejarah, sertifikasi guru mencapai ratusan ribu dalam satu tahun. Masih ada lebih dari 600 ribu guru yang akan dituntaskan dalam dua tahun ke depan,” ujarnya.
Baca juga : Geo Dipa Energi Catat Kinerja Positif 2025, ESG Menguat dan Finansial Tumbuh
Selain itu, sebanyak 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) bertransformasi dari institut menjadi universitas. Kemenag juga melantik sekitar 120 ribu pegawai CPNS dan PPPK untuk memperkuat kontribusi lembaga dalam mewujudkan Asta Cita Presiden.
Dalam pemberdayaan ekonomi umat, Kemenag bersama Kementerian ATR berhasil mensertifikasi 20 ribu bidang tanah wakaf. Hingga kini, Kemenag membina 17 kota wakaf dengan dampak ekonomi mencapai Rp6,1 triliun, serta mengembangkan 75 kampung zakat.
“Kami juga menerbitkan izin operasional 16 Lembaga Amil Zakat Nasional. Dana zakat yang dihimpun terus meningkat, dari Rp40 triliun tahun lalu menjadi target Rp50 triliun tahun ini,” jelas Kamaruddin.
Kemenag turut memberikan izin kepada Lembaga Keuangan Syariah Pengelola Wakaf Uang (LKS PWU) yang berhasil menghimpun wakaf uang hingga Rp335 miliar. Selain itu, duta wakaf juga dilantik di sekolah umum melalui aktivis Rohani Islam (Rohis).
“Kami bermimpi, di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kemenag mampu menghimpun dana triliunan rupiah untuk pemberdayaan ekonomi umat,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya