Dark/Light Mode

Wamen ESDM Cek Pasokan Energi Nataru Di Sumut, Pastikan BBM-LPG Aman Terkendali

Rabu, 24 Desember 2025 20:47 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot mengecek kesiapan pasokan energi menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Sumatera Utara, Selasa (23/12).
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot mengecek kesiapan pasokan energi menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Sumatera Utara, Selasa (23/12).

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, melakukan peninjauan langsung ke wilayah Sumatera Utara untuk memastikan kesiapan pasokan energi menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Peninjauan difokuskan pada stok BBM, LPG, keandalan listrik, hingga mitigasi bencana geologi.

Dalam kunjungan di Pangkalan LPG 'Emil Gas', Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Selasa (23/12/2025), Yuliot menegaskan pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus melakukan langkah strategis. Hal ini dilakukan guna menjamin masyarakat tetap nyaman mendapatkan akses energi di momen akhir tahun.

"Kita mengantisipasi, yang pertama itu ada ketersediaan BBM secara cukup. Yang kedua ini LPG untuk kebutuhan masyarakat. Yang ketiga keandalan kelistrikan. Yang keempat ini kita juga karena ini di akhir tahun kemungkinan curah hujan tinggi, mungkin kebencanaan hidrologi, geologi itu justru relatif lebih tinggi," ujar Yuliot di lokasi.

Baca juga : Tak Mau Rakyat Susah, Wamen ESDM Cek Langsung Pasokan Energi di Tapanuli

Yuliot memaparkan data ketahanan stok (coverage days) BBM nasional per 22 Desember dalam kondisi aman. Tercatat, Bensin RON 90 cukup untuk 21 hari, RON 92 selama 26 hari, dan RON 95 hingga 35 hari. Sementara untuk Solar CN 48 tersedia untuk 15 hari, Solar CN 53 selama 20 hari, Avtur 29 hari, dan minyak tanah 29 hari.

Untuk sektor LPG, ketahanan stok nasional mencapai 12 hari dengan total stok menyentuh 309.968 metrik ton (MT). Sementara di subsektor kelistrikan, daya mampu pasok nasional berada di angka 54.819 MW dengan beban puncak 45.802 MW.

Tak hanya energi, aspek kebencanaan juga menjadi sorotan. Saat ini, terdapat tiga gunung api berstatus Siaga (Level III), yaitu Merapi, Semeru, dan Lewotobi Laki-laki. Selain itu, ada 24 gunung berstatus Waspada (Level II) dan 42 lainnya dalam kondisi Normal (Level I).

Baca juga : Stok Pangan Nasional Aman Dan Terkendali

Khusus untuk wilayah Sumatera Utara, Yuliot menjelaskan adanya penambahan kuota energi, terutama di daerah-daerah yang terdampak bencana alam. Penyesuaian distribusi dilakukan agar tidak ada kelangkaan di titik-titik krusial.

"Untuk LPG, kita juga sudah ada penambahan untuk Sumatera Utara, yang daerah 100 persen saat ini sudah sampai 108 persen, itu sudah berlebih. Kemudian itu ada daerah-daerah yang kurang konsumsinya, ini kita alihkan untuk kebutuhan konsumsi yang ada di Sumatera Utara," imbuhnya.

Pasca-bencana di beberapa titik di Sumut, rata-rata penyaluran LPG total naik menjadi 106 persen dari angka normal. Penyaluran harian melonjak dari 1.663 MT menjadi 1.771 MT, yang terdiri dari 1.734 MT LPG subsidi dan 37 MT LPG non-subsidi.

Baca juga : Sidak Pasar Jelang Nataru, Amran Pastikan Harga Pangan Stabil

Langkah jemput bola ini diharapkan mampu mengamankan kebutuhan warga Sumatera Utara selama masa libur panjang, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem di akhir tahun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.