Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pohon pinang yang menjulang tinggi dengan untaian buah mulai ranum di halaman Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 29 Jayapura, Papua, menyimpan kisah perjuangan hidup Alfius Jrifenth Mote, seorang siswa berusia 15 tahun yang kini kembali menata masa depan melalui pendidikan.
Duduk di ruang kepala sekolah SRMA 29 Jayapura yang berlokasi di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura, Alfius mengenang perjalanan hidupnya yang tak mudah. Sejak usia sembilan tahun, ia harus membantu ibunya berjualan buah pinang setelah ayahnya meninggal dunia saat ia masih balita.
Setiap pagi, sebelum berangkat sekolah, Alfius memanjat sedikitnya lima pohon pinang dan mencari daun sirih untuk kemudian dikemas dan dijajakan bersama ibunya. Dagangan tersebut dijual di kawasan Pantai Base G, Jayapura.
Baca juga : Panitia Natal Nasional 2025 Gelar Aksi Sosial Di Jakarta
“Mama jual di Pantai Base G,” ujar Alfius dikutip dari situs Kemensos, Sabtu (27/12/2025).
Rutinitas berat itu dijalaninya bertahun-tahun. Sepulang sekolah, ia kembali membantu ibunya berjualan hingga sore hari. Dalam sehari, hasil penjualan tak selalu mencukupi. Alfius membagi dagangannya dalam dua paket, yakni 13 buah pinang, tiga lembar daun sirih dan kapur seharga Rp 10 ribu, serta paket 30 buah pinang, lima daun sirih dan kapur seharga Rp 20 ribu.
Meski bertubuh gempal dengan kumis yang mulai tumbuh di atas bibirnya, Alfius masih seusia anak-anak yang seharusnya menikmati masa bermain. Namun kondisi ekonomi keluarga membuatnya harus turut menjadi tulang punggung.
Baca juga : Berkat BRILink Agen, Ibu Rumah Tangga Ini Bangun Usaha & Ciptakan Lapangan Kerja
Ia mengaku kemampuan memanjat pohon pinang awalnya diajarkan oleh kakak laki-lakinya yang kini duduk di kelas III SMA. Dua kakaknya masih dapat melanjutkan pendidikan, bahkan satu di antaranya telah berkuliah. Sementara Alfius sempat terancam putus sekolah karena keterbatasan biaya keluarga.
Harapan itu kembali tumbuh ketika keluarga Alfius mendapat kabar tentang program prioritas Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menyediakan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Tak lama berselang, seorang pendamping sosial datang ke rumahnya dan menawarkan kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat yang dibuka di Jayapura. Tawaran itu langsung diterima dengan penuh kebahagiaan.
Baca juga : Refleksi Kinerja 2025, Menag: Agama Bangkitkan Semangat Bangun Bangsa
Kini, lebih dari lima bulan Alfius tinggal di asrama SRMA 29 Jayapura. Seluruh kebutuhannya ditanggung negara, mulai dari makan tiga kali sehari dengan dua kali makanan ringan, seragam, tas, sepatu, alat tulis, pemeriksaan kesehatan, tempat tidur, hingga biaya pendidikan.
Selain didampingi guru, Alfius dan 99 siswa lainnya juga mendapatkan bimbingan dari wali asuh dan wali asrama selama 24 jam, dengan aktivitas harian yang terjadwal dan disiplin. “Saya sudah betah di sini, teman-teman banyak, makan tiga kali, enak di sini semua terjamin,” katanya.
Kini, Alfius tak lagi harus mempertaruhkan nyawa memanjat pohon pinang atau berjualan di pinggir pantai setiap hari. Di Sekolah Rakyat, ia dapat fokus belajar dan bermain sebagaimana anak seusianya, sembari memanjat harapan baru untuk meraih cita-cita menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya