Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kumpulkan 1.200 Guru Besar, Prabowo Fokus Cetak SDM Berkualitas
Sabtu, 17 Januari 2026 07:40 WIB
Sebelumnya
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melaporkan tingginya antusiasme kalangan akademisi. Tercatat perwakilan dari 365 perguruan tinggi negeri dan swasta hadir dalam dialog bersama Presiden.
Brian menilai intensitas Prabowo yang berulang kali berdialog dengan akademisi dalam setahun terakhir merupakan sinyal kuat bahwa pendidikan tinggi menjadi prioritas utama pembangunan nasional.
“Ini adalah wujud perhatian Bapak Presiden sekaligus amanat yang jelas agar perguruan tinggi berdiri di garis depan pembangunan bangsa,” ujarnya.
Baca juga : Bangun 238 Ribu Rumah Terdampak Bencana, Pemerintah Siapkan 8 T
Brian juga memaparkan sejumlah kebijakan konkret di bidang pendidikan dan riset. Pemerintah telah menerbitkan 156 izin program studi spesialis dan subspesialis kedokteran, yang berdampak pada penambahan 3.150 mahasiswa baru pada awal 2026. Dengan demikian, total mahasiswa kedokteran spesialis kini mencapai 8.650 orang.
Dukungan terhadap riset nasional juga terus diperkuat. Pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 8 triliun untuk penelitian yang diarahkan agar terhubung langsung dengan kebutuhan industri nasional. Mulai dari pengembangan energi surya, logam tanah jarang, pengelolaan sampah, pembangkit listrik tenaga nuklir, semikonduktor, hingga ketahanan pangan.
Di sisi akses pendidikan, pemerintah memperluas program beasiswa. Pada 2026, disiapkan 5.750 kuota beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), terdiri dari 1.000 beasiswa S1, 4.000 beasiswa S2 dan S3, serta 750 kuota doktor spesialis. Selain itu, lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif saat ini menerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dengan anggaran sekitar Rp 16 triliun per tahun.
Baca juga : Kasus Ijazah Jokowi, Eggy-Damai Distop, Roy Suryo Cs Lanjut
Terpisah, Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J. Rachbini mengungkapkan isi pertemuan tersebut. Menurutnya, dialog yang berlangsung hampir tiga jam itu diisi paparan langsung Prabowo mengenai geopolitik, geoekonomi, dan arah ideologi pembangunan Indonesia ke depan.
“Presiden memulai langsung dengan geopolitik, geoekonomi, dan ideologi. Materinya berat dan disampaikan hampir tiga jam tanpa sesi tanya jawab,” ujar Prof Didik kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dalam paparannya, Prabowo menyoroti situasi global yang dinilai semakin tidak stabil. Ia mengkritik kapitalisme dan liberalisme yang menimbulkan kesenjangan sosial, namun juga menilai sosialisme ekstrem dan kolonialisme gagal menghadirkan keadilan.
Baca juga : NasDem Dorong Agar Masa Pendidikan Bisa Dipangkas
Menurut Prof Didik, Prabowo menegaskan Indonesia harus menempuh jalan perubahan dengan mengandalkan kekuatan sendiri—yakni konstitusi dan kekayaan sumber daya alam (SDA). “Presiden menekankan dunia global saat ini tidak aman. Karena itu Indonesia harus mandiri dan kuat. Kekuatan itu ada pada konstitusi dan sumber daya alam kita,” katanya.
Prabowo juga menyinggung pandangan realistis dalam hubungan internasional, dengan merujuk pemikiran filsuf Yunani kuno Thucydides. Negara kuat, menurut Prabowo, cenderung menentukan arah, sementara negara lemah berisiko menjadi korban dinamika global.
Ia mencontohkan berbagai konflik internasional seperti perang Ukraina– Rusia dan ketegangan Taiwan–China sebagai pelajaran penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional. Selain itu, Presiden berulang kali menekankan pentingnya pengelolaan SDA—pertambangan, kehutanan, dan energi—sebagai modal utama menuju negara maju. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya