Dark/Light Mode

Momen Pemantik Semangat TNI Bekerja 24 Jam Bangun Jembatan

Senin, 19 Januari 2026 21:04 WIB
Prajurit TNI bekerja tanpa mengenal waktu demi membangun kembali jembatan-jembatan darurat yang menjadi urat nadi aktivitas warga. (Foto: Dok. Tim Media Presiden)
Prajurit TNI bekerja tanpa mengenal waktu demi membangun kembali jembatan-jembatan darurat yang menjadi urat nadi aktivitas warga. (Foto: Dok. Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya pemulihan akses transportasi pasca-banjir bandang di Aceh terus dikebut. Di tengah keterbatasan medan dan kondisi lapangan yang berat, prajurit TNI bekerja tanpa mengenal waktu demi membangun kembali jembatan-jembatan darurat yang menjadi urat nadi aktivitas warga.

Salah satu pemantik semangat para personel TNI bekerja 24 jam di lapangan, menurut keterangan Komandan Batalyon Zeni Tempur 16/Dhika Anoraga, Letkol Czi Rudy Haryanto, adalah ketika melihat langsung kondisi masyarakat yang terpaksa menyeberang sungai dengan cara berbahaya demi bisa melanjutkan perjalanan.

“Kita melihat kondisi masyarakat yang harus menyeberang menggunakan sampan, bahkan ada yang membentangkan tali dan menggunakan keranjang, Melihat kondisi seperti itu hati kami terketuk,” kata Rudy dalam wawancara Sinergi Indonesia di YouTube Bakom RI, dikutip Senin (19/1/2026).

Dorongan kemanusiaan itu membuat TNI berupaya menyelesaikan pekerjaan dalam waktu sesingkat mungkin. Para prajurit bekerja 24 jam penuh dan dibagi dalam sistem shift agar pembangunan jembatan dapat dilakukan sepanjang hari.

Baca juga : Prajurit Ceritakan Momen Warga Aceh Bantu TNI Bangun Jembatan

“Supaya jembatan itu bisa dapat segera terbangun. Apalagi di sana juga, di lokasi tersebut, merupakan tempat pertemuan," katanya. 

Rudy menambahkan, ada momen yang begitu membekas ketika melihat warga berjalan kaki dari Takengon menembus lumpur demi bertemu keluarganya.

Pemandangan itu, katanya, semakin menguatkan tekad prajurit untuk segera membuka akses yang terputus.

“Itu juga mengetuk hati kami dan prajurit-prajurit untuk dapat membangkitkan semangat untuk bisa segera membangun jembatan," ujar Rudy.

Baca juga : KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Gangguan Perjalanan KA Jalur Pantura Jateng

Ia mengungkapkan, kerja keras tersebut bahkan membuat sebagian personel mengesampingkan kebutuhan dasar mereka karena fokus menyelesaikan tugas kemanusiaan.

"Itu aparat-aparat di lapangan itu sampai tidur saja juga tidak, makan juga sudah tidak dipikirkan," beber Rudy.

Ia menegaskan bahwa TNI akan terus bekerja maksimal membantu pemulihan Aceh.

Rudy juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar proses pemulihan berjalan lancar dan para personel tetap dalam kondisi sehat.

Baca juga : Menteri Maman: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Driver Jadi Fondasi Kuat Mitra

"Kalau pada masyarakat Aceh, kami semua selama 24 jam terus-menerus bekerja untuk membantu memulihkan keadaan. Kami minta mohon doanya bersabar dan kita hadapi ini semuanya bersama. Pemerintah terus berupaya," ujarnya.

Rudy meminta masyarakat agar kami terus dalam keadaan sehat, kami terus dapat membantu masyarakat sehingga kondisi Aceh bisa pulih seperti sedia kala.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.