Dark/Light Mode

Fenomena Umat Berkepribadian Ganda

Jumat, 26 Desember 2025 06:00 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Akumulasi rentetan peristiwa dehumanisasi yang ber­tema keagamaan, melahirkan kepribadian ganda dalam umat beragama. Mereka kecewa, mestinya agama menawarkan kearifan, tetapi yang terjadi menimbulkan kekejaman.

Pada saat bersamaan, ada perkembangan yang terjadi di sekitar umat jauh dari perkiraan semula, yaitu terjadinya per­cepatan sains dan teknologi yang melipat waktu. Masa depan itu dirasakan datang lebih awal mendahului perkiraannya.

Baca juga : Indonesia Dan Dunia Islam

Apa jadinya jika masa depan datang lebih awal, melam­paui kecepatan umat menyiapkan diri? Mestinya masa depan itu datang seabad lagi tetapi tiba-tiba sudah hadir di dalam ruang privat keluarga kita.

HP dan tablet dengan segala kemampuannya, tiba-tiba sudah menembus ke dalam kamar-kamar privat anak-anak kita. Mereka bisa menggunakannya untuk chatting dengan teman dekatnya di ujung dunia sekalipun, tanpa harus menunggu waktu terlalu lama.

Baca juga : Keunggulan Demokrasi Pancasila

Di satu sisi ia hidup di lingkungan budaya keluarga yang sedemikian ketatnya, tetapi IT menawarkan universal values yang sedemikian liberalnya. Akibatnya, generasi baru muslim mengalami keterbelahan kepribadian (split personality).

Fenomena kesemrawutan budaya sudah sedemikian tampak di depan mata. Di dalam rumah atau lingkungan keluarga, anak-anak kita disuguhi sebuah peradaban yang sangat santun, tetapi di luar rumah mereka disuguhi perada­ban yang sangat liberal.

Baca juga : Hidup-Matinya Sebuah Rezim dalam Al-Qur`an

Di dalam kelas diajarkan etika keilmuan yang sangat di­siplin, tetapi di dalam masyarakat luas berhadapan dengan suasana kebebasan bahkan kebablasan. Di dalam masjid atau rumah-rumah ibadah diajari kesantunan dan akhlak, tetapi di luar rumah berhadapan dengan kemunafikan dan hipokrit. Di kampung halaman mereka diajari tatakrama yang santun, tetapi di perkotaan berhadapan dengan kebebasan nilai yang sedemikian liar.

Kepribadian ganda merupakan fenomena komplek. Ia tidak berdiri sendiri, melainkan saling mengait satu sama lain. Faktor penyebabnya juga sangat kompleks. Generasi baru umat dan warga bangsa kita dihadapkan kepada berbagai macam kontradiksi dalam kehidupan. Antara nilai-nilai aja­ran dan agama dan nilai-nilai kehidupan realitas masyarakat dirasakan adanya hal-hal yang berhadap-hadapan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.