Dark/Light Mode

Penilaian SBY Atas Pidato Presiden Di WEF

Prabowo Perkuat Posisi RI Di Panggung Global

Minggu, 25 Januari 2026 06:45 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi perhelatan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. (Foto: YouTube/SBY)
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi perhelatan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. (Foto: YouTube/SBY)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, sejalan dengan tradisi politik luar negeri Indonesia yang aktif sejak era Presiden pertama RI, Soekarno.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai, kehadiran Presiden Prabowo di forum ekonomi dunia, World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, menjadi penanda keterlibatan aktif Indonesia dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan global. Yaitu, mulai dari ketidakpastian geopolitik, dinamika ekonomi dunia, hingga tantangan kemanusiaan dan keberlanjutan. 

“Ini sejalan dengan tradisi politik luar negeri Indonesia yang aktif sejak era Presiden Soekarno, dan juga sesuai dengan amanat konstitusi kita,” ujar SBY, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (24/1/2026). 

Pendiri Partai Demokrat itu mengapresiasi sekaligus pujian kepada Presiden Prabowo. Dia menilai, kehadiran Prabowo di forum para pemimpin dunia tersebut mencerminkan kepemimpinan yang responsif terhadap tantangan global yang semakin kompleks. 

Baca juga : Hubungan Bupati Jember Dan Wakilnya Makin Runyam

“Saya memberikan pujian kepada Presiden Prabowo Subianto yang berkenan hadir dan berpartisipasi langsung di Davos,” tuturnya. 

SBY juga menegaskan, partisipasi Presiden Prabowo di Davos mengirimkan sinyal kuat bahwa Indonesia tidak berada di pinggir percaturan global, melainkan tampil sebagai bagian dari para pengambil keputusan dunia. Apalagi, kata dia, dunia saat ini berada pada fase yang kritis, fase yang menuntut kebersamaan, dialog, dan pemikiran kolektif dari para pemimpin global. 

“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah game changer, sebuah momentum penting untuk mencegah hal-hal buruk terjadi di dunia,” harap SBY. 

Namun demikian, SBY mengingatkan, nilai strategis dari forum Davos akan sangat ditentukan oleh implementasi konkret dari berbagai komitmen yang dibangun, bukan sekadar pertemuan dan pernyataan di atas panggung global. 

Baca juga : Bank Sentral Tepat Pertahankan BI-Rate

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). 

Dalam forum ekonomi global bergengsi tersebut, Prabowo menegaskan, dunia saat ini tengah berada dalam fase penuh ketidakpastian, sehingga perdamaian dan stabilitas menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran global. 

Menurut Prabowo, sejarah telah membuktikan bahwa perdamaian dan stabilitas merupakan aset paling berharga bagi umat manusia. Tanpa keduanya, kata Prabowo, kemakmuran yang berkelanjutan tidak akan pernah tercapai. 

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga memaparkan kinerja perekonomian Indonesia di tengah tekanan dan tantangan global. Dia mengutip penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut Indonesia sebagai salah satu titik terang pertumbuhan ekonomi dunia. 

Baca juga : Kawasan Jakbar Paling Parah Terdampak Banjir

“Meski dunia menghadapi pengetatan keuangan, ketegangan perdagangan, serta ketidakpastian politik, Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi secara konsisten,” kata Prabowo. 

“Stabilitas makroekonomi pun terpelihara dengan baik, termasuk inflasi dan defisit anggaran,” sambung Prabowo di hadapan para pemimpin dunia, pelaku usaha global, dan pengambil kebijakan internasional. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.