Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Polda Jabar Terima 16 Jenazah Korban Longsor Cisarua, 9 Berhasil Diidentifikasi
Minggu, 25 Januari 2026 17:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mencatat, sebanyak 16 jenazah korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah ditemukan hingga Minggu siang (25/1/2026).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa seluruh kantong jenazah saat ini berada di Pos Disaster Victim Identification (DVI), di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pasirlangu untuk menjalani proses identifikasi.
“Per pukul 12.00 WIB hari ini, jumlah kantong jenazah yang kami terima bertambah menjadi 16 kantong. Sebelumnya, pada hari kemarin kami telah mengekspos sebanyak 11 kantong jenazah,” kata Hendra, di Bandung, Minggu (25/1/2026), seperti dikutip Antara.
Baca juga : Wahab Talaohu: Ketegasan Nusron Cabut HGU Bermasalah Sesuai Konstitusi
Dari total temuan tersebut, sembilan jenazah telah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi melalui data sebelum meninggal dunia atau ante-mortem. Pos DVI telah melakukan pencocokan data ante-mortem secara manual maupun digital melalui sistem elektronik yang terintegrasi dengan data tunggal kependudukan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Proses identifikasi kami lakukan dengan mencocokkan data antemortem, baik secara manual maupun digital melalui sistem kependudukan,” jelas Hendra.
Hingga saat ini, sekitar 80 korban longsor masih dalam proses pencarian. Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada lebih dari 30 rumah dari total 34 kepala keluarga, serta memaksa 300 hingga 400 warga mengungsi.
Baca juga : Evakuasi Korban Longsor Cisarua, KDM Soroti Isu Alih Fungsi Lahan
Hendra menambahkan, seluruh jenazah hasil evakuasi ditempatkan di Pos DVI. Proses evakuasi dilakukan oleh Tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepolisian, serta TNI.
Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan post-mortem, meliputi pengecekan gigi, wajah, sidik jari, serta indikator fisik lainnya. Dari seluruh jenazah yang ditemukan, sembilan di antaranya telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga pada hari sebelumnya.
“Kami akan kembali melakukan rapat sebelum jenazah yang telah teridentifikasi diserahkan kepada keluarga yang sejak pagi telah menunggu di lokasi,” pungkas Hendra.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya