Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Gelombang bencana di Sumatera mulai mereda. Namun, ancaman kini bergeser ke Pulau Jawa. Dalam beberapa pekan terakhir, tekanan cuaca ekstrem memicu banjir dan longsor, menelan korban jiwa serta merusak pemukiman warga.
Di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), Pemerintah mulai mengalihkan fokus dari penanganan darurat menuju pemulihan jangka menengah dan panjang. Salah satu fokus utama pemulihan adalah penyediaan hunian bagi warga terdampak.
Pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut untuk mengurangi jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat. Di Kabupaten Tapanuli Selatan, misalnya, pembangunan huntara dipercepat dengan total penerima sebanyak 816 kepala keluarga (KK).
“Pembangunan huntara terpusat di Tapanuli Selatan dikerjakan bersama oleh Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan BNPB,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).
Selain hunian, Pemerintah juga menyiapkan skema kompensasi perumahan bagi korban, memprioritaskan perbaikan infrastruktur, serta mempercepat pemulihan fasilitas publik guna memastikan distribusi logistik dan roda ekonomi kembali berjalan.
Di saat Sumatera mulai memasuki fase pemulihan, Pulau Jawa justru menghadapi gelombang bencana. Banjir dan longsor terjadi di banyak daerah.
Baca juga : Mau Investasi 4 T, UEA Kepincut IKN
Longsor besar terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Hingga Minggu (25/1/2026), tercatat 16 orang meninggal dunia dan 74 orang masih dalam pencarian oleh tim gabungan. Puluhan rumah tertimbun material tanah dan lumpur.
Longsor juga terjadi di Kecamatan Bogor Barat, Bogor, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Tebing setinggi sekitar 10 meter dan lebar 7 meter runtuh, menutup saluran drainase di sekitar permukiman.
“Kondisi tanah yang labil serta durasi hujan yang lama mengakibatkan pergerakan tanah dan longsor," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, Minggu (25/1/2026).
Pergerakan tanah juga terjadi di Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, yang menyebabkan sembilan rumah warga mengalami keretakan pada dinding dan lantai.
Di Jawa Tengah, banjir dan longsor masih melanda Kabupaten Pati. Pemerintah Daerah pun memperpanjang status tanggap darurat hingga 6 Februari 2026. Hingga kini, ada 51 desa masih menghadapi dampak bencana tersebut.
“Perpanjangan ini dilakukan karena Kabupaten Pati masih terdampak banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.
Baca juga : Di Acara Persemayaman Korban ATR 42-500 Menteri Trenggono Pingsan, Kelelahan
Selain itu, banjir meluas ke sejumlah wilayah lain di Jawa, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Karawang. Peristiwa ini dipicu intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Banyak perkampungan dan pesawahan yang terendam air selama berhari-hari. Kerugian pun amat besar.
Menghadapi eskalasi bencana di Jawa, Pemerintah Pusat memperkuat koordinasi lintas lembaga. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) bersama BNPB mengambil alih fungsi komando tanggap darurat setelah statusnya ditetapkan Pemerintah Daerah. “Pengambilalihan fungsi komando ini sesuai undang-undang dan dilakukan setelah status tanggap darurat ditetapkan oleh pemerintah daerah,” terang Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Minggu (25/1/2026).
Di sisi lain, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan bagi para korban bencana longsor. Selain dukungan logistik, Pemerintah juga akan mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan, setelah logistik dan dapur umur berdiri, bantuan selanjutnya adalah penyaluran santunan kepada yang meninggal, luka-luka, hingga perbaikan rumah.
"Setiap ada bencana, Kementerian Sosial bekerja sama dengan BNPB dan Pemerintah Daerah memberikan dukungan logistik untuk keperluan di pengungsian maupun juga pembuatan dapur umum,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, di Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Bantuan dari Kemensos ini disalurkan dalam bentuk bantuan sosial adaptif. Menurut Gus Ipul, prinsip utama penyaluran ini adalah respons cepat dan langsung ketika bencana terjadi di suatu wilayah.
Baca juga : Kunjungi Korban Longsor Cisarua, Gibran Bicara Alih Fungsi Hutan
“Ada dua kami kami lakukan. Satu, penyediaan tempat pengungsian. Kedua, penyelenggaraan dapur sambil memberikan dukungan logistik yang kita miliki,” tambahnya.
Di tengah upaya pemulihan dan penanganan bencana, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan risiko cuaca ekstrem masih tinggi. BMKG memperkirakan, hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Pulau Jawa dan sejumlah wilayah lain hingga 28 Januari 2026.
Dalam peringatannya, BMKG menyebut, Pulau Jawa masuk kategori siaga karena potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang. Memasuki Senin (26/1/2026), potensi hujan sedang hingga lebat masih meluas. Wilayah yang diperkirakan terdampak antara lain Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, hingga Jawa Barat.
Angin kencang juga berpotensi terjadi di beberapa daerah, termasuk Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Puncak kewaspadaan diperkirakan terjadi pada Selasa (27/1/2026).
Pada hari tersebut, BMKG menetapkan sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Bali dalam kategori siaga karena potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah yang masuk kategori siaga meliputi Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
"BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem," tulis BMKG.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya