Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
DPR Kecam Arogansi Aparat ke Penjual Es Gabus: Tak Cukup Hanya Dengan Minta Maaf
Rabu, 28 Januari 2026 08:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR, Abdullah, menegaskan bahwa permohonan maaf dari oknum Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang mengintimidasi Sudrajat (50), penjual es gabus di Kemayoran, tidaklah cukup. Abdullah mendesak adanya sanksi etik dan disiplin yang transparan bagi para oknum yang terlibat.
Pria yang akrab disapa Abduh ini menilai tuduhan sepihak bahwa es gabus Sudrajat berbahan spons telah menghancurkan martabat dan ekonomi rakyat kecil, apalagi hasil laboratorium Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan produk tersebut aman dikonsumsi.
“Penyelesaian kasus Pak Sudrajat tidak cukup hanya dengan permintaan maaf. Jika dibiarkan selesai sebatas itu, saya khawatir akan muncul banyak korban serupa dari kalangan rakyat kecil yang dirugikan akibat arogansi aparat,” tegas Abduh dilansir laman Parlementaria, Selasa (27/1).
Abduh juga mendorong pemulihan nama baik Sudrajat serta adanya kompensasi atas kerugian materiil maupun immateriil. Ia meminta pimpinan TNI dan Polri memberikan atensi khusus agar kejadian ini tidak menjadi preseden buruk bagi institusi.
Baca juga : Doakan Korban Bencana Sumatera, Rakernas PDIP Dibuka Dengan Hening Cipta
“Harus ada bentuk tanggung jawab negara atas perbuatan oknum aparat yang melanggar ketentuan hukum. Ini penting untuk memulihkan harkat dan martabat Pak Suderajat,” ujarnya.
Abduh juga meminta kepolisian dan TNI mengevaluasi total kapasitas personel di tingkat akar rumput agar bertindak lebih profesional.
“Peningkatan kapasitas hukum aparat di tingkat bawah sangat penting agar kehadiran negara benar-benar menjadi pelindung, bukan justru menakutkan rakyat,” tandas Abduh.
Seperti diketahui, peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (24/1). Sudrajat menceritakan bagaimana dirinya menjadi sasaran kekerasan fisik oleh aparat berinisial Aiptu IM dan Heri, meski ia sudah berusaha menjelaskan bahwa dagangannya adalah es kue asli.
Baca juga : Pengamat Apresiasi Langkah Cepat Jaksa Agung Copot Anak Buahnya yang Nakal
"Iya, saya digampar, ditonjok semua, ditendang," ungkap Sudrajat, getir.
“Saya ditonjok, ditendang pakai sepatu bot. Saya sampai terpental ditendang,” lanjutnya.
Bahkan, Sudrajat dipaksa berdiri dengan satu kaki dan sisa es yang dituduh spons tersebut dijejalkan ke dalam mulutnya.
"Bukan kayak kapas bedak, ini es asli, es kue," ucapnya mengulang pembelaannya saat kejadian.
Baca juga : Kerja Sama RI–FAO Makin Erat, Fokus Gambut, Mangrove Dan Hutan Adat
Kini, Sudrajat mengaku trauma dan tidak berani lagi mencari nafkah di wilayah Kemayoran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya