Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dukung Visi Pertumbuhan-Pemerataan Prabowo, AHY Paparkan 5 Pilar Ekonomi Baru
Minggu, 8 Februari 2026 19:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Agus Harimurti Yudhoyono memaparkan lima pilar Ekonomi Baru sebagai peta jalan masa depan ekonomi Indonesia. Gagasan itu disampaikan untuk mendukung visi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
Paparan tersebut disampaikan AHY dalam Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “The New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).
AHY menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada deret angka statistik. Pertumbuhan, kata dia, harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang adil dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca juga : Dukung Penuh Prabowo, SBY Serukan Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Baru
“Indonesia harus maju, bukan sekadar tumbuh. Pertumbuhan harus berbuah kemakmuran yang terasa di kantong dan di meja makan rakyat,” ujar AHY di hadapan tokoh pemerintahan, akademisi, dan pelaku usaha.
Ia lalu merinci lima pilar Ekonomi Baru yang dinilai relevan menghadapi tantangan global dan disrupsi teknologi. Pilar pertama adalah infrastruktur dasar dan keadilan, yang tidak hanya berwujud jalan dan bangunan, tetapi juga sarana menurunkan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok merata hingga pelosok.
Pilar kedua menyangkut perumahan layak. Menurut AHY, hunian terjangkau menjadi fondasi martabat, produktivitas, sekaligus penciptaan lapangan kerja. Pilar ketiga adalah penguatan konektivitas fisik dan digital agar UMKM serta masyarakat daerah memiliki akses transportasi dan internet yang setara.
Baca juga : Dukung Strategi Presiden Prabowo, AHY Beberkan 5 Pilar Ekonomi Baru
Pilar keempat menitikberatkan pada investasi manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan sebagai modal utama daya saing global. Sementara pilar kelima adalah akselerasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong pelayanan publik yang cepat dan transparan, dengan tetap berpijak pada etika, regulasi adaptif, serta penguatan talenta digital.
AHY mengingatkan, tantangan ke depan—mulai dari krisis iklim hingga dinamika geopolitik—menuntut kebijakan yang konkret, bukan sekadar jargon.
“Kemakmuran adalah pengalaman hidup yang lebih baik, dari nelayan, buruh, sampai content creator muda,” katanya.
Baca juga : Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo Jalankan Amanat Konstitusi
Forum tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional lintas latar belakang, di antaranya Chairul Tanjung, Otto Toto Sugiri, Rektor Perbanas Institute Prof. Hermanto, peneliti CSIS Dr. Yose Rizal, mantan Menteri Pendidikan Prof. Dr. Moh. Nuh, serta anggota Dewan TIK Nasional Dr. Ilham Habibie.
Acara ditutup dengan arahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya