Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemulihan Bencana Sumatera, Sudah 70 Persen 37 Daerah Sudah Normal
Kamis, 12 Februari 2026 07:50 WIB
Sebelumnya
Ia menekankan reaktivasi pasar dilakukan seiring pemulihan infrastruktur dasar dan konektivitas. Akses jalan darat dinilai menjadi faktor kunci dalam mendukung pemulihan ekonomi secara menyeluruh, termasuk bagi UMKM, warung, kafe, dan hotel.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menyebutkan dari 52 kabupaten/kota terdampak, kini hanya dua daerah yang masih berstatus tanggap darurat, yakni Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang.
“Daerah lainnya, baik di Sumatera Barat maupun Sumatera Utara, sudah masuk fase transisi darurat ke pemulihan,” katanya.
Baca juga : Pilot & Copilot Tewas, 13 Penumpang Selamat
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara bertahap dengan prinsip membangun lebih baik dan lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa depan.
“Bukan hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik, lebih kuat, dan lebih kokoh,” tegasnya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan, seluruh rumah sakit terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali beroperasi. Saat bencana melanda pada akhir November 2025, sebanyak 130 rumah sakit terdampak dan 87 di antaranya sempat tidak beroperasi.
Baca juga : Justin Adrian Untayana: Ketidaktegasan Gubernur Sangat Disayangkan
“Dan sampai saat ini, semuanya sudah bisa beroperasi,” ujar Budi.
Perbaikan puskesmas juga hampir rampung. Dari total 1.265 puskesmas, sebanyak 867 unit sempat terdampak. Per 10 Februari 2026, tersisa dua puskesmas yang belum pulih, yakni Puskesmas Lokop di Kabupaten Aceh Timur dan satu puskesmas di Jambur Lak Lak, Kabupaten Aceh Tenggara.
Di sektor pendidikan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut, jumlah sekolah yang masih melaksanakan pembelajaran di tenda darurat terus menurun. Per 26 Januari 2026 tercatat 129 sekolah terdampak di tiga provinsi tersebut, dan per 11 Februari jumlahnya turun menjadi 99 sekolah.
Baca juga : Rani Mauliani: Pendekatan Humanis Diimbangi Ketegasan
Dari jumlah tersebut, 52 sekolah berada di Aceh, 21 di Sumatera Utara, dan 26 di Sumatera Barat. Sekolah yang masih menumpang di bangunan lain juga berkurang dari 27 menjadi 22 sekolah.
Di sisi pembiayaan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, kebutuhan anggaran penanganan pascabencana hingga 2029 diperkirakan mencapai Rp 73,98 triliun. Dana tersebut terdiri atas Rp 4,87 triliun untuk tanggap darurat dan Rp 69,10 triliun untuk rehabilitasi serta rekonstruksi.
Aceh menjadi provinsi dengan kebutuhan anggaran terbesar, yakni Rp 39,89 triliun, disusul Sumatera Barat Rp 18,88 triliun dan Sumatera Utara Rp 15,21 triliun. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya