Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Polisi Bangun 1.179 Dapur MBG & 18 Gudang Pangan
Presiden Puji Kapolri Peka Kebutuhan Rakyat
Sabtu, 14 Februari 2026 08:00 WIB
Sebelumnya
Prabowo juga menekankan dampak ekonomi program tersebut. Setiap SPPG disebut dapat menyerap sekitar 50 tenaga kerja dan mendorong peningkatan permintaan hasil produksi petani serta pelaku UMKM.
“Satu SPPG setiap hari membutuhkan telur, daging ayam, sayur, dan bahan pangan lainnya. Ini menghidupkan petani kecil dan UMKM,” ujarnya.
Ia menilai, perubahan rantai distribusi pangan telah terjadi sejak program berjalan. Produk petani kini dapat terserap langsung oleh dapur MBG yang beroperasi setiap hari. Selain itu, kehadiran SPPG turut membuka peluang kerja baru, termasuk bagi ibu rumah tangga.
Baca juga : Tahan Banting, Ekonomi Siap Take Off Ke 8%
“Keamanan yang pertama adalah aman dari lapar,” tegas Prabowo.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan akan menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada Kapolri atas dukungan dan inisiatifnya dalam program MBG dan penguatan ketahanan pangan.
Untuk diketahui, pada acara tersebut, Prabowo menyerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalencana Wira Karya kepada Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, serta Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.
Baca juga : Bicara Korupsi, Gibran Singgung Penyitaan Aset
Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit menyampaikan rencana Polri membangun 1.500 SPPG tambahan pada 2026 di seluruh Indonesia. “Namun jika ada arahan lebih lanjut dari Bapak Presiden, kami siap menyesuaikan,” ujarnya.
Menurut Kapolri, standar higienitas dan keamanan pangan menjadi prioritas. Ratusan dapur telah memperoleh Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, Sertifikat Halal, serta Sertifikat Uji Laboratorium Air.
Untuk mendukung standar tersebut, SPPG Polri dilengkapi peralatan seperti filter air dan pemanas air (water heater), biotank pengelolaan limbah, serta rak dan steamer food tray berbasis UV guna menjaga kebersihan dan kualitas penyajian. Sejumlah dapur juga dilengkapi ekosistem kemandirian pangan seperti tambak ikan, peternakan, hidroponik, dan fasilitas produksi pakan guna menjaga ketersediaan bahan baku.
Baca juga : Uang “Terima Kasih” Percepat Sertifikasi K3, Saksi Akui Terima Rp 65 Juta
Kapolri berharap integrasi rantai pasok tersebut mampu memberikan efek ekonomi luas bagi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal. “Sehingga mampu mendukung perputaran ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya