Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Oleh: Muhammad Rusmadi
Indonesia masih mencatat angka konsumsi susu yang relatif rendah dibandingkan negara-negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Hal ini menjadi tantangan serius dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi dan membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dalam jangka panjang.
Baca juga : Susu di Ujung Nusantara: Menjaga Nutrisi Menembus Laut dan Panas
Konsumsi susu yang rendah tidak semata soal preferensi rasa atau budaya konsumsi, tetapi juga berkaitan erat dengan akses, distribusi, serta ketersediaan produk yang aman secara nutrisi.
Susu mengandung kombinasi zat gizi yang penting: kalsium, protein, vitamin D, dan mikronutrien lainnya yang sulit digantikan oleh sumber lain dalam satu paket konsumsi yang sama. Secara ilmiah, kombinasi komponen ini sangat penting terutama bagi pertumbuhan anak usia dini dan pemuda yang menjadi tulang punggung generasi produktif masa depan (Antara, 13/10/2025).
Baca juga : Menkop: Call Center Kopdes Merah Putih Respon Cepat Pengaduan Masyarakat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempatkan susu sebagai salah satu komponen menu guna mendorong peningkatan konsumsi gizi seimbang di kalangan anak sekolah. Meski di awal implementasi belum seragam, upaya pemerintah untuk memasukkan susu dalam paket MBG menunjukkan kesadaran akan peran susu dalam meningkatkan status gizi anak.
Namun, keberhasilan program ini akan sangat dipengaruhi oleh keberlanjutan sistem distribusi nasional termasuk penyediaan susu yang memenuhi standar mutu tinggi (TEMPO, 8/1/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya