Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mantan Presiden & Ketum Parpol Diundang Ke Istana
Prabowo Kumpulkan Saran Hadapi Dampak Perang
Rabu, 4 Maret 2026 07:50 WIB
Sebelumnya
“Pak Presiden ingin memberikan pembaruan kepada presiden-presiden terdahulu mengenai situasi geopolitik terbaru setelah beliau kembali dari kunjungan luar negeri,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, masukan dari para pemimpin terdahulu akan menjadi pertimbangan dalam merumuskan langkah mitigasi terhadap dampak situasi global yang berpotensi memengaruhi Indonesia.
Sementara itu, SBY menilai eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran menunjukkan tanda-tanda meluas dan kian berbahaya.
Baca juga : Ribuan WNI Terjebak Tak Bisa Pulang Ke Tanah Air
Dalam podcast “SBY Standpoint: Perang di Timur Tengah, Siapa Bakal Menang?” yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya, Selasa (3/3/2026), SBY menyebut situasi di Timur Tengah berpotensi berkembang menjadi perang kawasan dengan risiko dampak global.
“Kalau kita simak tiga hari terakhir, kemungkinan sudah mulai meluas,” ujarnya.
SBY menilai serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah berpotensi menyeret negara-negara Teluk yang sebelumnya cenderung netral, seperti Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Baca juga : Terkait Proyek Pengadaan, KPK OTT Bupati Pekalongan
“Yang tadinya tidak ikut-ikutan, bisa terpaksa melibatkan diri. Sekarang sudah menjadi regional war. Ini berbahaya,” katanya.
Ia juga menyinggung potensi keterlibatan aliansi pertahanan Barat melalui Pasal 5 NATO jika eskalasi terus berlanjut. Menurut SBY, konflik dapat melebar dan melibatkan kekuatan besar dunia seperti Rusia, China, maupun Korea Utara.
“Ini sangat berbahaya. Mudah-mudahan tidak sampai ke situ,” ujarnya.
Baca juga : Serahkan SK Pengurus DPD, PAN Jambi Minta Kader Bermanfaat Bagi Rakyat
Selain dampak militer, SBY juga menyoroti risiko ekonomi global akibat gangguan di berbagai sektor. Ia berharap para pemimpin dunia dapat menahan diri dan menurunkan tensi konflik guna mencegah skenario terburuk, termasuk kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya