Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan big data dinilai mengubah cara kerja pengawasan pemilu. Pendekatan berbasis data menjadi penting agar potensi kerawanan pemilu dapat dideteksi sejak dini.
Hal tersebut disampaikan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Herwyn JH Malonda dalam diskusi dan bedah buku bertema “Bawaslu di Tengah Era Big Data” di Menteng, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Buku berjudul Bawaslu di Tengah Era Big Data merupakan karya Herwyn bersama akademisi dari Universitas Negeri Manado (UNM), Irene Tengkawarow.
Herwyn menjelaskan, buku tersebut membahas bagaimana demokrasi saat ini telah memasuki era digital yang berbasis data.
Baca juga : DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas, Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital
Karena itu, kerja-kerja pengawasan pemilu di ruang digital perlu didukung dengan kajian akademis yang kuat.
“Saya berkolaborasi dengan Ibu Doktor Irene. Saya masuk dalam konteks pengawasan pemilu, sementara Ibu Irene pada aspek big data-nya,” ujar Herwyn.
Menurutnya, dalam era demokrasi digital, pengawasan pemilu tidak lagi bisa dilakukan secara reaktif.
Pendekatan berbasis data diperlukan untuk mengidentifikasi potensi masalah dan kerawanan dalam proses pemilu.
Baca juga : GEBRAK Perluas Edukasi Konsumen Vape Bertanggung Jawab
Ia menilai, perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah demokrasi, di mana interaksi politik dan proses demokrasi tidak lagi hanya berlangsung di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital.
Karena itu, pengawasan pemilu memerlukan dukungan kajian akademis agar mampu membaca berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul pada pemilu di masa mendatang.
Melalui buku tersebut, Herwyn berharap gagasan yang disampaikannya dapat menjadi bahan refleksi sekaligus memberikan kontribusi dalam perumusan kebijakan sistem pemilu Indonesia ke depan, terutama dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang dibahas di parlemen.
“Mudah-mudahan buku ini bisa memengaruhi kebijakan ke depan sekaligus menjadi evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan selama ini,” katanya.
Baca juga : Jelang Berlaku, Pengamat: Implementasi PP Tunas Perlu Persiapan Matang
Diskusi dan bedah buku tersebut juga menghadirkan Ketua Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPDEM), Achmad Satryo Yudhantoko, sebagai pembedah yang memberikan perspektif terhadap isi buku dan relevansinya dengan dinamika demokrasi saat ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya