Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
WFH Sejalan Imbauan IEA, Pengamat: Gerakan Akar Rumput Respons Isu Global
Kamis, 2 April 2026 17:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kebijakan bekerja dari rumah (Work from Home/WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dijalankan Pemerintah dinilai sejalan dengan imbauan Badan Energi Internasional (IEA) untuk merespons kondisi global yang tengah memanas.
“WFH merupakan salah satu gerakan akar rumput dalam merespons isu geopolitik global,” kata peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Metode WFH ini bahkan secara rinci dijelaskan IEA sejak 2022. Per Maret 2026, IEA menajamkan gerakan ini agar masyarakat bisa menghemat energi untuk merespons situasi global yang dinamis.
Menurut Bawono, WFH harus dilihat sebagai kebijakan terkait ketahanan ekonomi, efisiensi energi, dan respons terhadap dinamika geopolitik global. “WFH jauh lebih filosofis dari sekadar mempertanyakan atau apriori terhadap cara kerja ASN-” kata Bawono.
Baca juga : Politisi Gerindra Ingatkan Dampak Ekonomi Global
Ia setuju Pemerintah memasukkan gerakan WFA ini sebagai salah satu dari delapan langkah Pemerintah merespons isu global. “Dari delapan langkah tersebut, tampak Pemerintah memiliki visi untuk melindungi ketahanan energi di dalam negeri,” lanjut Bawono.
Meskipun tidak semua pekerjaan cocok untuk bekerja dari rumah, Bawono melihat WFH bisa menjadi langkah efektif apabila pekerjaan tersebut memungkinkan untuk dilakukan dari rumah. “Jadi, bekerja dari rumah memiliki potensi untuk mengurangi konsumsi BBM kendaraan pribadi,” kata dia.
IEA merupakan organisasi antarpemerintah yang fokus mengamankan pasokan energi global, terutama minyak. Organisasi yang berpusat di Paris, Prancis, ini sudah merespons krisis energi sejak 2022 akibat perang Rusia dengan Ukraina.
Pada 18 Maret 2026, IEA memperbarui responsnya seiring meningkatkan eskalasi di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. Melalui laporan berjudul “A 10-Point Plan to Cut Oil Use” IEA memberikan tahapan agar masyarakat dunia bisa resisten terhadap krisis energi.
Baca juga : Menjaga Kedaulatan Nasional Di Tengah Perang Timur Tengah Gejolak Geopolitik Global
Dalam laporan 18 halaman itu, IEA menyampaikan beberapa saran. Pertama, menyarankan karyawan untuk bekerja dari rumah setidaknya tiga hari dalam sepekan. IEA menghitung, WFH secara global bisa menghemat hingga 170 ribu barel minyak per hari. Jika dilakukan tiga hari, penghematannya bisa mencapai 500 ribu barel.
Kedua, IEA mengimbau masyarakat dunia untuk membatasi perjalanan udara. Menurut IEA, pengurangan perjalanan udara bisa menekan permintaan bahan bakar.
Ketiga, IEA menyarankan untuk melakukan kebiasaan berkendara secara eco-driving atau irit BBM. Kecepatan dalam berkendara pun diminta dibatasi hingga batas minimal 10 kilometer per jam. Penurunan batas kecepatan bisa menghemat 5-10 persen penggunaan BBM per mobil.
Keempat, IEA menyarankan masyarakat memerhatikan hal-hal teknis seperti mengecek tekanan ban, mengoptimalkan penggunaan AC, dan mengajak orang lain berkendara bersama dalam satu mobil.
Baca juga : PLN Salurkan Bantuan Sanitasi, Dukung Pembangunan 12 Sumur Resapan di Jaksel
Rekomendasi lain dari IEA meliputi penambahan hari untuk kebijakan hari bebas kendaraan (car free day), pengetatan sistem ganjil-genap, hingga pemakaian transportasi umum.
“Saran IEA ini hampir semuanya diadopsi oleh Pemerintah melalui kebijakan delapan transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi,” kata Bawono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya