Dark/Light Mode

Politisi Golkar Ingatkan Jangan Ada Narasi Tendensius

Prabowo On The Track Dukung Sampai Tujuan

Kamis, 9 April 2026 06:40 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji. (Foto: Instagram/m.sarmuji)
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji. (Foto: Instagram/m.sarmuji)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji mengibaratkan situasi pemerintahan sekarang ini seperti kereta yang sedang melaju pada relnya.

“Jangan menghentikan kereta yang sedang melaju, karena kereta berjalan pada rel yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan,” kata Sarmuji di Jakarta, Rabu (8/4/2026). 

Menurut Sarmuji, menghentikan kereta di tengah perjalanan justru akan merugikan penumpang. Dalam analoginya, penumpang adalah rakyat yang akan terdampak langsung. 

“Nanti yang protes bukan masinis, melainkan penumpang. Kalau kereta berhenti, yang dirugikan adalah rakyat kebanyakan,” ujarnya. 

Sarmuji menegaskan, Presiden Prabowo Subianto terpilih melalui mekanisme konstitusional. Karena itu, dia mengajak seluruh pihak untuk mendukung jalannya pemerintahan sampai tuntas. 

“Kita sudah memiliki sirkulasi kepemimpinan nasional yang ajeg dan konstitusional. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo sedang berusaha keras mencapai visinya sekaligus mendekati tujuan negara, yakni menciptakan masyarakat adil dan sejahtera,” tuturnya. 

Baca juga : Bulog Perkuat Strategi Hadapi Cuaca Ekstrem

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marhan mengingatkan agar narasi politik tendensius tidak berkembang liar hingga mengganggu stabilitas nasional. Menurut dia, dinamika politik global menunjukkan bahwa kegaduhan kerap dipicu oleh pernyataan tokoh publik yang tidak utuh atau multitafsir. 

“Indonesia tidak boleh masuk ke jebakan yang sama. Kita harus belajar dari pengalaman global bahwa instabilitas sering berawal dari narasi kontraproduktif yang tidak bertanggung jawab,” kata Idrus di Jakarta, Senin (6/4/2026). 

Mantan Menteri Sosial (Mensos) itu menilai, persoalan ini bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan juga menyangkut etika komunikasi politik di ruang publik. Dia mengingatkan agar setiap pernyataan, terutama dari kalangan intelektual, mempertimbangkan dampak sosial dan politik yang lebih luas. 

“Dalam konteks politik yang dinamis, narasi seperti itu bisa ditafsirkan liar. Ini bukan hanya soal benar atau salah, tetapi soal dampak yang ditimbulkan,” katanya. 

Idrus menegaskan, demokrasi Indonesia memiliki mekanisme konstitusional yang jelas dalam proses pergantian kekuasaan. Isu pemakzulan, kata dia, tidak bisa dibangun dari opini atau spekulasi. 

“Pemakzulan itu proses serius. Ada tahapan konstitusional yang panjang, melalui DPR, Mahkamah Konstitusi, hingga MPR. Tidak bisa digiring lewat opini publik atau narasi provokatif,” tegasnya. 

Baca juga : Kemendag Pangkas Izin Ekspor Dan Kerek Daya Saing

Dia juga menyoroti tantangan komunikasi di era digital yang memungkinkan informasi tidak utuh membentuk persepsi publik secara bias. Kondisi ini dinilai berpotensi mempercepat polarisasi dan merusak kepercayaan terhadap institusi demokrasi. 

“Ketika dunia sedang tidak pasti, yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang solid dan ruang publik yang sehat. Bukan justru memperkeruh suasana dengan narasi yang memecah belah,” ujarnya. 

Idrus menambahkan, potongan informasi yang beredar di ruang digital kerap mengubah makna. Karena itu, tanggung jawab moral tokoh publik tidak hanya pada substansi, tetapi juga cara penyampaiannya. 

“Kalimat yang dipotong bisa mengubah makna. Di situlah awal dari disinformasi. Maka kehatihatian adalah keharusan,” katanya. 

Idrus pun mengajak seluruh pihak menjaga objektivitas dalam berpolitik. Menurutnya, demokrasi harus dijaga dengan akal sehat dan kedewasaan. 

“Jangan karena kebencian terhadap seseorang, kita kehilangan objektivitas. Demokrasi harus dijaga dengan etika dan tanggung jawab,” ujarnya. 

Baca juga : BGN Sampaikan Permohonan Maaf, Siswa Yang Keracunan Makanan Sudah Pulih

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan Pemerintah saat ini fokus pada agenda strategis. 

“Saya masih banyak sekali pekerjaan,” kata Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). 

Teddy menambahkan, Presiden Prabowo tengah fokus pada berbagai program besar dan strategis bagi kepentingan nasional. 

“Bapak Presiden sedang mengurus hal-hal besar dan fokus pada agenda strategis,” pungkasnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.