Dark/Light Mode

KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo!

Jumat, 10 April 2026 21:39 WIB
Foto: Oktavian/RM.
Foto: Oktavian/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, operasi senyap digelar di Tulungagung, Jawa Timur.

“Benar,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (10/4/2026).

Pimpinan berlatar belakang Jaksa itu mengungkapkan, salah satu yang diamankan dalam operasi senyap tersebut adalah Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

“Ya (Bupati diamankan),” tuturnya.

Fitroh belum menjelaskan secara detail pihak-pihak yang diamankan bersama Bupati Tulungagung. Begitu pula dengan konstruksi perkaranya.

Baca juga : Dea Imut, Tulang Punggung Keluarga, Rela Tunda Menikah

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut, sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

OTT KPK Ke-10 di 2026

OTT ini merupakan yang kesepuluh pada tahun 2026 ini. Pertama, digelar pada 9-10 Januari 2026.

Operasi senyap ini terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) periode 2021-2026.

OTT kedua, pada 19 Januari 2026, tim komisi antirasuah menangkap Wali Kota Madiun Maidi, terkait dugaan pemerasan dengan modus imbalan proyek dan dana CSR, serta penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur.

Berikutnya ketiga, pada hari yang sama, KPK meng-OTT Bupati Pati Sudewo, terkait dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemkab Pati, Jawa Tengah.

Baca juga : OTT Bupati Cilacap, KPK Sita Uang Ratusan Juta

Kemudian keempat, pada 4 Februari 2026, OTT dilakukan di lingkungan KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkait  proses restitusi pajak.

Kelima, KPK melakukan OTT terhadap sejumlah oknum pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terkait dugaan suap importasi barang. OTT keenam terjadi 5 Februari 2026.

Kemudian keenam, KPK menangkap Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta, Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan, hingga Direktur Utama PT Karabha Digdaya.

Penangkapan terkait dugaan korupsi dalam pengurusan sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi pada lingkungan Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

Selanjutnya, OTT ketujuh, pada 3 Maret 2026, KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.

Baca juga : Banser Kepung KPK, Beri Dukungan untuk Yaqut Saat Diperiksa

OTT kedelapan, KPK menangkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong, Bengkulu, tahun anggaran 2025-2026.

Lalu kesembilan, KPK menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terkait dugaan penerimaan atau fee proyek di lingkungan Pemkab Cilacap pada Jumat (13/3).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.