Dark/Light Mode

Tanggapi Tantangan “Cium Lutut” Wagub Kalbar

KDM: Maaf Jika Jabar Menyinggung Daerah Lain

Senin, 13 April 2026 06:45 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. (Foto: Fotografer/rm.id)
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. (Foto: Fotografer/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, menanggapi santai pernyataan Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, soal perbandingan kondisi jalan di Provinsi Kalbar dengan Jabar. Dedi juga tak menanggapi tantangan Krisantus, yang mengaku akan mencium lututnya jika mau bertukar posisi dan mampu menyelesaikan persoalan jalan di Provinsi Kalbar.

Polemik antara Wagub Kalbar dan Gubernur Jabar bermula dari video viral di media sosial yang membandingkan kondisi jalan di Provinsi Kalbar dengan Jabar. Video tersebut memicu reaksi keras Krisantus, yang menilai perbandingan itu tidak tepat dengan perbedaan luas wilayah dan kemampuan anggaran kedua provinsi. 

“Beberapa waktu lalu saya menonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali menyebar. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat,” ujarnya saat menghadiri Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kalbar, Kamis (9/4/2026). 

Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan tantangan terbuka kepada Gubernur Jabar. “Silakan, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” cetusnya. 

Krisantus menguraikan, Provinsi Jabar memiliki luas sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 31 triliun. Sementara itu, Provinsi Kalbar memiliki luas wilayah sekitar 171 ribu kilometer persegi, atau lebih luas dari Pulau Jawa, namun hanya ditopang dengan APBD sekitar Rp 6 triliun. 

Baca juga : Gerindra: Belum Perlu, APBN Kita Masih Kuat

“Semakin luas wilayah, semakin besar beban pembangunan. Jangan sampai masyarakat salah memahami tentang persoalan ini,” tegasnya. 

Namun begitu, dia memastikan, Pemerintah Daerah akan tetap bekerja untuk menangani berbagai persoalan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan rusak di wilayah Sintang yang menjadi sorotan publik. 

“Infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sintang memang berat dengan kekuatan fiskal yang ada. Tapi, Pemerintah Provinsi tidak akan tinggal diam,” tandasnya. 

Sementara itu, Dedi menegaskan dirinya tidak pernah memiliki niat untuk membandingkan pembangunan Provinsi Jabar dengan daerah lain. Dia menilai, perbandingan semacam itu tidak perlu dibesar-besarkan. 

“Mohon maaf, selama saya melaksanakan kegiatan pembangunan di Jawa Barat, saya tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain,” ujar Dedi di akun Instagram pribadinya, dikutip Minggu (12/4/2026). 

Baca juga : RI Kokoh Hadapi Tekanan Rantai Pasok Pupuk Dunia

Politisi Partai Gerindra itu mengakui, setiap daerah memiliki tantangan berbeda, terutama terkait kemampuan fiskal dan luas wilayah yang memengaruhi kebijakan pembangunan. 

“Kami memahami betapa beratnya daerah dengan wilayah luas seperti Kalimantan Barat dan keterbatasan anggaran yang dimiliki,” imbuhnya. 

Bahkan, Dedi menyampaikan permohonan maaf jika capaian pembangunan di Jawa Barat dianggap menyinggung daerah lain. Menurutnya, seluruh program yang dijalankan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. 

“Saya mohon maaf apabila apa yang kami lakukan menimbulkan persepsi yang kurang tepat. Tujuan kami hanya melayani masyarakat,” cetusnya. 

Lebih lanjut, Dedi mengajak seluruh Pemerintah Daerah tidak terjebak dalam perbandingan, tetapi fokus pada kerja nyata dan kolaborasi demi kepentingan publik. Dia berharap, kemampuan fiskal daerah bisa terus meningkat sehingga pembangunan dapat berjalan lebih merata dan dana bagi hasil dapat dinikmati daerah penghasil. 

Baca juga : Bukukan Rp 184 T, Belanja Nasional Lampaui Target

“Buat Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Barat, saya mengucapkan terima kasih atas tantangannya. Kami memahami setiap daerah mempunyai tantangannya sendiri-sendiri dan persoalan fiskal. Kami juga memahami betapa beratnya daerah-daerah dengan wilayah seluas Kalimantan Barat dengan keterbatasan fiskal,” tuturnya. 

Dedi mengajak semua pihak fokus bekerja dan membangun daerah masing-masing, serta tidak terpancing dengan polemik perbandingan. 

“Mari kita terus melangkah, bersama-sama memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat. Salam buat seluruh warga Kalimantan Barat. Semoga Pak Wagub sehat dan bahagia selalu,” tandasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.