Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar untuk Atlet Paralimpik Jatim
Kamis, 16 April 2026 17:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan bonus senilai Rp 1,845 miliar kepada 15 atlet dan dua pelatih paralimpik berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas raihan 35 medali pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
“Alhamdulillah, kawan-kawan atlet paralimpik Jatim sudah memberikan dedikasi yang terbaik dan terus mencapai prestasi terbaiknya, terakhir di ASEAN Para Games,” kata Khofifah, dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Baca juga : IIF Salurkan Pembiayaan Rp 485,5 Miliar untuk RS Jantung di Bogor
Pada ajang tersebut, kontingen paralimpik Jawa Timur menyumbangkan total 35 medali yang terdiri atas 10 emas, 19 perak, dan 6 perunggu. Sebanyak 15 atlet bertanding di enam cabang olahraga, yakni para atletik, para renang, para panahan, para bulu tangkis, para tenis meja, dan voli duduk.
Khofifah menilai capaian kontingen menjadi bukti pembinaan olahraga paralimpik di Jatim berjalan konsisten dan terarah. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara latihan fisik dan penguatan mental dalam menghadapi kompetisi.
“Terima kasih, karena pelatihnya luar biasa, atletnya juga sangat luar biasa. Bagaimana pentingnya membangun kedisiplinan, ada sisi pelatihan fisik, ada pengasahan mental. Dua-duanya dibutuhkan, karena setiap kompetisi biasanya tantangannya dinamik dan berbeda-beda,” ujar eks Menteri Sosial itu.
Baca juga : Gubernur Pramono Beri Kewenangan Bina Marga Tambah Kuota PJLP
Menurutnya, ketahanan fisik yang terbentuk dari disiplin latihan dan kekuatan mental yang terasah akan terus mengantarkan atlet meraih prestasi gemilang di masa mendatang. Selain itu, Khofifah menyoroti pentingnya dukungan berbasis sport science dalam meningkatkan performa atlet. Termasuk peran Universitas Negeri Surabaya dalam pengembangan olahraga prestasi.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jatim berencana mengkaji pengembangan pusat pelatihan terintegrasi yang lebih efektif dan inklusif guna mendukung pembinaan atlet paralimpik. Khofifah juga mendorong adanya pemetaan kekuatan atlet, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini sbagai bagian dari strategi pembinaan yang lebih komprehensif.
“Penting juga terkait pemetaan kompetitor atlet lainnya. Secara nasional harus punya peta kekuatan atlet dari negara lain, dan NPCI Jatim juga harus memiliki pemetaan itu,” pungkas Khofifah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya