Dark/Light Mode

Hari Kartini di MedcoEnergi: Membaca Ulang Takdir Perempuan di Labirin Migas

Sabtu, 25 April 2026 05:45 WIB
Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro (tengah) foto bersama dengan Srikandi MedcoEnergi. (Dok. MedcoEnergi)
Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro (tengah) foto bersama dengan Srikandi MedcoEnergi. (Dok. MedcoEnergi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di sebuah gedung yang menyandang nama ambisius—The Energy Building—malam itu Kartini tidak sedang diperingati sebagai sosok dalam bingkai foto usang.

Di bawah pendar lampu Soehanna Hall, Jumat (24/4/2026), semangat perempuan Jepara itu menjelma dalam deru mesin industri hulu migas (minyak dan gas bumi) dan denting tuts piano yang melampaui keterbatasan fisik.

Suasana berubah khidmat saat Michael Anthony Kwok melangkah ke panggung. Pemuda penyandang autisme sekaligus disabilitas netra ini bukanlah penampil biasa.

Ia adalah seorang musical savant. Begitu jemarinya menyentuh piano, riuh rendah bisikan penonton luruh, berganti takjub.

Michael Anthony Kwok (Baju merah) saat duet memainkan piano.

Michael, yang pernah memukau panggung Sydney Opera House hingga meraih Grand Prize di Ananda Sukarlan Award 2025, memainkan melodi dengan ekspresi yang begitu personal.

Bagi para undangan yang hadir, termasuk perwakilan kementerian, SKK Migas, PLN, Pertamina dan jajaran pimpinan MedcoEnergi, permainan Michael adalah metafora sempurna bagi tema malam itu: bahwa kompetensi tidak mengenal batas, baik itu fisik maupun gender.

Melampaui Seremoni

Konser Keabadian Kartini bertajuk "Cita-cita, Harapan, Aspirasi" ini menjadi cara MedcoEnergi memaknai Hari Kartini 2026. Acara dikemas dalam musik kamar empat babak, di mana setiap transisinya dibuka dengan pembacaan surat-surat asli R.A. Kartini oleh empat perempuan yang menjadi wajah baru industri energi nasional.

Baca juga : Universitas Mercu Buana Kukuhkan 2 Guru Besar Perempuan di Hari Kartini

Mereka bukan sekadar pembaca teks. Anastasia Mustika, misalnya, hadir membawa aura panggung global.

Sebagai General Manager MedcoEnergi Thailand, ia adalah bukti nyata perempuan Indonesia mampu menembus batasan geografis.

Suaranya malam itu menjadi jembatan antara visi Kartini dan realitas perempuan masa kini yang tangguh, visioner dan tak kenal batas.

Lalu hadir Priyahita Gita Kemala, Senior Manager Commercial Region 1 Medco E&P. Dua dekade berkiprah di industri energi membentuknya menjadi pemimpin yang bicara dengan bobot keyakinan.

Pengalaman hidupnya beresonansi kuat dalam setiap baris kata Kartini yang ia bacakan di atas panggung.

Sisi progresif industri juga diwakili oleh Aulia Maharani Akbar. Di usianya yang muda, ia telah memimpin proyek energi bersih sebagai Project Manager di Medco Power.

Aulia menjadi representasi generasi yang mewarisi mimpi Kartini dan bertekad mewujudkannya.

Integritas di Tengah Anjungan

Baca juga : MedcoEnergi Buktikan Perempuan Indonesia Bisa Memimpin di Industri Energi

Komisaris Utama MedcoEnergi, Yani Panigoro, yang membuka acara, mengingatkan bahwa perayaan Kartini seringkali terjebak pada simbolisme kebaya setahun sekali.

"Kartini tidak minta izin untuk jadi pintar. Ia minta hak untuk menjadi manusia seutuhnya," ujar Yani.

Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro.

Yani bicara dengan beban sejarah tiga dekade merintis karier di masa ketika ruang bagi perempuan nyaris kedap udara. Kini, lebih dari 20 persen posisi kepemimpinan di MedcoEnergi diisi oleh perempuan.

Salah satunya adalah Puti Permata, Vice President Operations Offshore (Actg) yang juga Senior Manager Subsurface Offshore Medco E&P. Puti, yang telah menavigasi kompleksitas industri energi selama 22 tahun, tampil dengan ketenangan yang tegas.

"Berdiri setara bukan soal gender. Itu soal ketangguhan dan integritas—dan itu yang saya jalani setiap harinya," ungkap Puti.

Ketenangannya di atas panggung adalah cerminan perempuan yang tahu persis ke mana ia melangkah.

Simbol Apresiasi

Di antara barisan kursi undangan, tampak hadir Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro yang turut menyimak jalannya narasi sejarah tersebut hingga usai.

Baca juga : HUT ke-5 WiLAT Indonesia, Tegaskan Peran Perempuan di Tengah Krisis Global

Kehadirannya mempertegas komitmen perusahaan sebagai entitas energi swasta nasional terbesar di Indonesia terhadap inklusivitas.

Dirut Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro.

Sebagai pungkasan, acara ditutup dengan prosesi pemberian bunga secara simbolis.

Karangan bunga itu diserahkan sebagai bentuk apresiasi tulus kepada para musisi dan para narator yang telah membuktikan bahwa di balik struktur baja anjungan minyak, ada semangat Kartini yang terus berdenyut.

Sebagaimana pesan penutup dari Yani Panigoro: "Warisan Kartini adalah setiap keputusan yang kita ambil dengan adil, setiap kesempatan yang kita berikan tanpa prasangka, setiap mimpi yang kita izinkan untuk tumbuh."

Di The Energy Jakarta, mimpi itu tidak lagi sekadar dibacakan, melainkan sedang dikerjakan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.