Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siapkan Hunian Vertikal, BTN Salurkan KPP Rp 2,17 T Hingga Jajaki Kerja Sama Dengan KAI
Jumat, 10 April 2026 20:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) hingga Rp 2,17 triliun kepada lebih dari 3.291 debitur per Maret 2026.
Secara rinci, penyaluran KPP dari sisi supply mencapai sekitar Rp 1,47 triliun kepada 399 debitur yang difokuskan pada pembiayaan pengembang, kontraktor, serta penyedia bahan bangunan.
Sementara dari sisi demand, BTN menyalurkan sekitar Rp 700 miliar kepada 2.892 debitur yang dimanfaatkan untuk pembelian, pembangunan, hingga renovasi rumah.
“Skema ini memperkuat keterhubungan antara sisi pasokan dan permintaan dalam ekosistem perumahan,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, Jumat (10/4/2026).
Nixon mengatakan, dari sisi supply, BTN telah menggandeng lebih dari 8 ribu mitra developer yang mendukung program KPP. Juga kontraktor, dengan memberikan akses pembiayaan kepada kontraktor UMKM yang memerlukan modal awal untuk modal kerja membangun rumah.
Baca juga : Berkah MBG, Petani di Boyolali Bisa Salurkan Hingga 40 Kilogram Selada
Selanjutnya, mendukung supply dari sisi usaha bahan bangunan melalui pembiayaan, modal usaha mitra supplier, distributor dan toko bahan bangunan.
Lalu dari sisi demand, BTN memiliki pre-approved untuk distributor KPR wiraswasta lancar, Bale Agen, dan merchant BTN serta debitur KPR, dan KUR Lunas.
Tahap Pembahasan
Sementara itu, BTN juga gencar membangun kawasan hunian vertikal di kawasan strategis Jakarta.
Rencananya, BTN bakal menjalin kerja sama atau meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada April 2026.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan perumahan di kawasan perkotaan, khususnya di sekitar jalur kereta api.
Baca juga : BRI Berhasil Salurkan KUR Senilai Rp31,42 Triliun Hingga Februari 2026
Rencana ini menunjukkan sinergi antara sektor perbankan dan transportasi untuk membangun apartemen yang terjangkau dan berlokasi strategis.
Proyek ini akan berfokus pada pembangunan hunian vertikal di lokasi-lokasi seperti Senen, Manggarai, dan Tanah Abang. Lokasi tersebut dipilih karena berada di pusat aktivitas ekonomi dan memiliki akses transportasi yang baik.
“Hal ini menjadi perkembangan kerja sama potensial dengan KAI terkait pengembangan perumahan di sekitar kawasan stasiun besar di Pulau Jawa. Beberapa lokasi yang tengah dibahas antara lain Senen, Manggarai, Tanah Abang, Bandung, Surabaya, dan Semarang," ujar Nixon.
Menurut Nixon, pembicaraan mengenai proyek ini masih dalam tahap awal dan belum mencapai kesepakatan resmi (MOU).
"Kami sedang menghitung dan mendesain berapa unit yang bisa dibangun tahun ini. Saya sempat menyampaikan rencana awal untuk membangun minimal lima tower di salah satu lokasi," ujarnya.
Baca juga : JICT Berikan Santunan Untuk Anak Yatim, Dhuafa Hingga Pekerja Bongkar Muat
Dia menambahkan, kesiapan PT KAI dalam hal perizinan dan ketersediaan lahan menjadi faktor kunci dalam kelanjutan proyek ini.
"Bulan ini kami berharap bisa menandatangani MOU dengan KAI," kata Nixon.
Ketika ditanya mengenai rencana pelepasan atau pembebasan lahan tambahan oleh KAI untuk pengembangan perumahan, Nixon menjelaskan bahwa saat ini belum ada rencana pelepasan lahan baru.
BTN juga sedang menjajaki kemungkinan kerja sama lebih lanjut dengan KAI untuk memanfaatkan lahan-lahan yang berada di atas atau sekitar fasilitas milik KAI yang strategis, khususnya untuk memenuhi kebutuhan perumahan warga DKI Jakarta yang dekat dengan sarana dan prasarana kota.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya