Dark/Light Mode

Korban Tertimbun Material Vulkanik

2 Jasad WNA Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Akhirnya Ditemukan

Minggu, 10 Mei 2026 15:44 WIB
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan dua jasad WNA Singapura yang merupakan korban terakhir erupsi Gunung Api Dukono, Sabtu (9/5/2026). (Foto: BNPB)
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan dua jasad WNA Singapura yang merupakan korban terakhir erupsi Gunung Api Dukono, Sabtu (9/5/2026). (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan dua jasad WNA Singapura yang merupakan korban terakhir erupsi Gunung Api Dukono: HWQT (L) usia 30 tahun dan SMBAH (P) usia 27 tahun pada operasi pencarian hari ketiga, Minggu (10/5/2026).

Kedua jasad terdeteksi tak jauh dari lokasi penemuan korban WNI berinisial E (P) pada Sabtu (9/5/2026).

Penemuan kedua jasad WNA Singapura ini  mengakhiri upaya pencarian seluruh korban erupsi Gunung Dukono, yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Setelah proses penemuan, tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono, sebelum dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Korban Tertimbun Material Vulkanik 

Proses pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah, setelah tim gabungan menandai titik yang diduga lokasi korban tertimbun material pasir vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi pencarian sehari sebelumnya.

Baca juga : 1 WNI Ditemukan Meninggal Dekat Bibir Kawah Gunung Dukono

Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala, karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan.

Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif sehingga tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan.

Pada operasi pencarian hari ini, sebanyak 98 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu. Unsur yang terlibat terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI serta masyarakat setempat.

Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban selamat WNA asal Singapura terdiri dari TYME (L) usia 30 tahun, OSS (P) usia 37 tahun, PL (P) usia 33 tahun, LHEI (P) usia 31 tahun, TJYG (P) usia 30 tahun, LYXV (P) usia 30 tahun dan LSD (L) usia 29 tahun.

Sementara itu, korban selamat warga negara Indonesia terdiri dari BB (L) usia 24 tahun, Y (L) usia 23 tahun, S (L) usia 26 tahun, A (L) usia 22 tahun, H (L) usia 26 tahun, FN (P) usia 27 tahun, RI (P) usia 29 tahun serta SJ (L) usia 48 tahun.

Korban Selamat Ikut Membantu 

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Pasar Murah dan Edukasi Kesehatan Bagi Perempuan

Dalam operasi pencarian tersebut, dua korban selamat: RS dan JA turut membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi terkait jalur pendakian, serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui Dinas Pariwisata sebelumnya telah menetapkan penutupan total aktivitas pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026, yang kemudian dipertegas lagi melalui surat keputusan Bupati Halmahera Utara tentang penutupan permanen pendakian gunung api Dukono pada Jumat (8/5). Melalui keputusan tersebut, operator, pengelola maupun penyedia jasa pendakian dilarang memberikan izin pendakian kepada siapa pun.

Pemerintah Daerah juga melarang masyarakat maupun wisatawan memasuki kawasan rawan bencana (KRB) dalam radius empat kilometer dari puncak kawah sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Selain itu, Pemerintah Daerah juga meminta pengelola maupun penyedia jasa pendakian agar aktif melakukan sosialisasi, terkait penutupan jalur pendakian serta potensi bahaya erupsi kepada masyarakat dan wisatawan guna mencegah risiko korban jiwa.

Baca juga : Latihan di Cisarua, 23 Marinir Jadi Korban Longsor, 4 Ditemukan Meninggal

Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono akan terus diperketat. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan penutupan jalur pendakian dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pengelola jasa pendakian untuk selalu memeriksa daerah rawan bencana melalui aplikasi InaRisk Personal BNPB, mematuhi rekomendasi PVMBG serta tidak melakukan aktivitas di zona berbahaya demi keselamatan bersama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.