Dark/Light Mode

Hantavirus Masuk Ke-5 Negara Asia

Pemerintah Pusat-Daerah Tingkatkan Kewaspadaan

Rabu, 13 Mei 2026 07:50 WIB
Foto ilustrasi yang menunjukkan sampel hantavirus. (Foto: AI/Chatgpt)
Foto ilustrasi yang menunjukkan sampel hantavirus. (Foto: AI/Chatgpt)

 Sebelumnya 
“Kedatangan penumpang juga dipantau melalui thermal scanner dan observasi visual terhadap gejala,” kata Naning kepada wartawan, dikutip Selasa (12/5/2026). 

Jika seorang penumpang dinilai berpeluang tertular setelah evaluasi medis awal akan dibawa menggunakan ambulans khusus penyakit infeksi. Selanjutnya, penumpang tersebut akan menjalani isolasi dan pemeriksaan laboratorium. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom mengatakan, pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan surveilans di berbagai pintu masuk, seperti bandara, pelabuhan, hingga area kerja berisiko tinggi. “Kami terus berkoor­dinasi dengan Kementerian Kesehatan RI guna memantau perkembangan situasi secara real-time,” ujarnya kepada wartawan, dikutip Selasa (12/5/2026). 

Baca juga : Sudah Pulih 99 Persen, Jokowi Akan Keliling Indonesia Bulan Depan

Ketua DPR Puan Maharani turut meminta seluruh pemangku kepentingan segera melakukan mitigasi dini guna mencegah terjadinya pandemi seperti Covid-19. 

“Jangan sampai kemudian nanti menganggap hal ini (virus) yang tidak perlu diantisipasi dan dimitigasi kemudian menjadi luas dan melebar dan terjadi hal yang tidak diinginkan dan menjadi seperti yang terjadi di Covid-19,” kata Puan di Gedung DPR, Selasa (12/5/2026). 

Menurut Puan, segala jenis virus yang berpotensi menyebar luas harus diantisipasi sejak dini. DPR melalui komisi terkait juga akan memanggil para pemangku kepentingan untuk meminta penjelasan mengenai strategi pencegahan dan mitigasi hantavirus. 

Baca juga : Gandeng Danantara, 13 Pemda Genjot PSEL

“Nanti tentu saja komisi yang terkait kami akan minta untuk meminta penje­lasan dari stakeholder yang terkait untuk melakukan pencegahan-pencegahan atau antisipasi terkait dengan hal tersebut,” tutup Puan. 

Meski Kemenkes memastikan jenis hantavirus yang terdeteksi di Indonesia berbeda dengan tipe yang menyebabkan kematian penumpang kapal MV Hondius, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FK Umsida), dr Beny Rahman Khomaini MKes, mengingatkan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. “Penyakit ini berbahaya karena menyerang fungsi vital tubuh secara sistemik,” ujarnya di situs Umsida, Selasa (12/5/2026). 

Ia menjelaskan, gejala awal hantavirus umumnya mirip flu, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, diare, hingga batuk. Gejala tersebut biasanya berlangsung sekitar tiga hingga tujuh hari. 

Baca juga : BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi Di Industri

Namun jika kondisi memburuk, penderita dapat mengalami sesak napas berat, gangguan ginjal, perdarahan bawah kulit, hingga syok. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga sanitasi lingkungan karena bisa meningkatkan risiko penularan penyakit. Serta memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala awal. 

“Segera ke rumah sakit bila didapatkan gejala yang berat. Petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” tandas dr Benny. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.