Dark/Light Mode

Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Urus Masalah Dalam Negeri

Jumat, 19 Juni 2026 08:10 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada awak media di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada awak media di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). (Foto: BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
Ia menambahkan, Indonesia akan mendorong kerja sama dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas global, sekaligus memperkuat kolaborasi di bidang ketahanan pangan, energi, dan integrasi ekonomi antarkawasan. 

Menurut Nabyl, forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi negara-negara peserta untuk menyepakati arah kerja sama yang relevan dalam menghadapi tantangan kawasan maupun global. 

Kumpulkan Menteri

Tidak jadi berangkat ke Rusia, Prabowo menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri. 

Baca juga : Silaturahmi Ke Solo, Didit Cium Tangan Jokowi

Pada Rabu (17/6/2026), Kepala Negara memanggil para pejabat Kementerian Haji dan Tim Pengawas Haji di Hambalang. Prabowo ingin mendengarkan langsung laporan pelaksanaan ibadah haji 2026. 

"Jadi, beliau ingin melihat dan mendengar perbaikan-perbaikan terkait dengan pelaksanaan haji selama ini," kata Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak. 

Sehari kemudian, Kamis (18/6/2026), Presiden kembali menggelar rapat di Istana Negara, Jakarta, dengan memanggil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan CEO Danantara Rosan Roeslani. 

Baca juga : Waspada, Badai Ekonomi Belum Reda

Airlangga, Suahasil, dan Rosan mendampingi Presiden dalam pertemuan bersama jajaran direksi dan komisaris Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). 

"Bertemu dengan Bapak Presiden untuk mendapatkan pandangan, arahan dan juga sharing mengenai arah perekonomian Indonesia ke depannya," ujar Rosan. 

Ia menilai arahan Prabowo menjadi bekal bagi Himbara untuk memperkuat fungsi intermediasi sekaligus menjaga tata kelola yang prudent sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. 

Baca juga : Teken Perjanjian Damai Dengan Iran, Trump: Ini Tidak Mudah

Sementara itu, Pakar Hubungan Internasional Universitas Paramadina Mohammad Riza Widyarsa menilai, keputusan Presiden tidak menghadiri KTT ASEAN-Rusia tidak akan berdampak signifikan terhadap posisi Indonesia maupun hubungan bilateral dengan Rusia. 

Menurut Riza, kepentingan Indonesia tetap terwakili karena pemerintah mengirimkan Menlu Sugiono sebagai delegasi resmi dalam forum tersebut. “Selama Indonesia tetap mengirimkan perwakilan ke KTT ASEAN-Rusia, maka kehadiran Indonesia tetap terwakili," kata Riza. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.