Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadir Di Bangkalan Madura, Presiden Jelaskan Rupiah Di Depan Para Ulama NU
Rabu, 24 Juni 2026 08:00 WIB
Sebelumnya
Lebih lanjut, Prabowo memuji NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki komitmen kuat terhadap nasionalisme dan patriotisme. Menurutnya, nilai-nilai tersebut telah menjadi karakter NU sejak lama.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp 18.000 per dolar AS beberapa waktu lalu. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah terus mengalirnya kekayaan nasional ke luar negeri selama puluhan tahun.
Menurut dia, Indonesia sebenarnya mencatat surplus perdagangan dan memperoleh keuntungan besar dari aktivitas ekonomi internasional. Namun, sebagian besar keuntungan tersebut justru tidak bertahan di dalam negeri karena kembali mengalir ke luar negeri dalam bentuk arus modal maupun aliran kekayaan lainnya.
"Kalau darah kita tiap hari keluar, di ujungnya badan kita kolaps, mati," ujar Prabowo.
Baca juga : Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Kucurkan Stimulus 26,34 Triliun
Menurut dia, hal tersebut berdasarkan hasil pengolahan data perdagangan internasional yang bersumber dari United Nations Comtrade dan dianalisis oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Menurut Prabowo, data tersebut menunjukkan Indonesia mencatat keuntungan bersih dari perdagangan internasional selama sebagian besar periode dua dekade terakhir.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, total keuntungan Indonesia selama 22 tahun mencapai 436 miliar dolar AS atau setara Rp 7.790,01 triliun. Namun, dalam periode yang sama, arus dana yang keluar dari Indonesia mencapai 343 miliar dolar AS atau Rp 6.134,14 triliun.
Prabowo juga menyinggung kesejahteraan guru dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang belum optimal. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kebocoran ekonomi yang selama ini terjadi.
Prabowo mengungkapkan kebocoran ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 150 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.500 triliun per tahun. Ia pun berjanji segera melakukan perbaikan.
Baca juga : Roy Suryo & Tifa Tak Ditahan Jaksa, Jokowi: Kita Harus Hargai
Prabowo menjelaskan salah satu penyebab kebocoran tersebut adalah praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah daripada nilai sebenarnya.
"Ini sedang saya perbaiki semua," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan Nahdliyin tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Menurutnya, optimisme warga NU lahir dari keyakinan agama dan semangat pengabdian yang dijaga secara istiqamah.
NU, kata dia, memandang perjuangan kebangsaan sebagai bagian dari pengabdian keagamaan. "Kami semua yakin dengan iman yang teguh dan khidmat yang istiqamah, di dalam perjuangan fisabilillah demi kemaslahatan agama, bangsa, dan negara," tegas Gus Yahya.
Baca juga : Skotlandia Vs Brazil, Laga Hidup-Mati Bagi Tartan Army
Selain itu, Yahya menjelaskan agenda NU setelah Munas dan Konbes. Organisasi yang dipimpinnya akan melanjutkan agenda besar berupa Muktamar NU yang direncanakan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. Namun, lokasi pelaksanaannya masih akan dibahas dan disepakati lebih lanjut. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya