Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga, memperkuat ekonomi masyarakat, hingga mengawal pembangunan desa. Peran tersebut kini diperkuat melalui pembentukan Srikandi Jaga Desa, organisasi sayap resmi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), yang menggelar Musyawarah Nasional (Munas) perdana di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Munas menjadi forum konsolidasi awal bagi jajaran pengurus pusat dan daerah, mulai dari DPP, DPD, hingga DPC, sebelum pelantikan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (3/7/2026). Forum tersebut difokuskan untuk menyamakan visi, menyusun arah gerak organisasi, serta merumuskan strategi penguatan peran perempuan dalam pembangunan desa.
Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa Ella Nurlaela Tubagoes mengatakan, pembentukan organisasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
"Perempuan memiliki peran besar dalam keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat. Karena itu, diperlukan wadah yang terorganisasi agar kontribusi tersebut semakin optimal. Srikandi Jaga Desa akan menjadi mitra pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang transparan, mendorong pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga," ujar Ella.
Baca juga : Mulai Latihan 7 Juli, Igor Tolic Matangkan Persiapan Musim Baru
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, sebanyak 64,5 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan perempuan atau sekitar 37 juta orang. Kontribusi perempuan di sektor UMKM juga menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Data tersebut dinilai menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas ekonomi perempuan sebagai fondasi ketahanan desa.
Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani menegaskan, keterlibatan perempuan dalam pengawasan pembangunan desa akan memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat akar rumput.
"Kehadiran Srikandi Jaga Desa bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan pilar pengawasan yang rasional dan humanis di tingkat akar rumput. Ketika kaum perempuan dilibatkan secara aktif untuk mengawal arah kebijakan desa, maka potensi penyimpangan dapat ditekan dan perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat menjadi jauh lebih terukur," kata Reda.
Sementara itu, Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indra Utama menilai, pembangunan desa yang tangguh tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan perempuan sebagai penggerak utama kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Baca juga : Kowani Dorong Pengajuan Arsip Perjuangan Perempuan RI Ke UNESCO
"Membangun desa yang mandiri dan kuat tidak bisa dilakukan secara parsial, apalagi meninggalkan peran perempuan. Srikandi hadir sebagai sayap strategis ABPEDNAS untuk menyentuh fondasi sosial yang paling vital. Sinergi antara BPD dan inisiatif kaum perempuan inilah yang akan menciptakan ekosistem desa yang berdaya tahan tinggi menghadapi berbagai tantangan zaman," ujarnya.
Meski belum hadir dalam Munas, Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan pesan yang dibacakan kepada peserta. Ia menekankan bahwa ketahanan desa berawal dari keluarga yang kuat dan perempuan yang mandiri secara ekonomi.
"Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Oleh karena itu, Srikandi Jaga Desa harus berani mengambil panggung kepemimpinan, menggerakkan roda ekonomi melalui UMKM, sekaligus menjadi tameng pelindung bagi anak-anak kita. Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya," demikian pesan Sherly.
Melalui Munas perdana tersebut, Srikandi Jaga Desa menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis dalam memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan tata kelola desa. Seluruh hasil konsolidasi akan menjadi landasan bagi pengurus yang akan dilantik secara resmi dengan semangat "Perempuan Berdaya, Desa Berjaya, Indonesia Maju."
Baca juga : Tenggara: Sinkronisasi RKAB dan DMO Kunci Jaga Pasokan Listrik Nasional
Srikandi Jaga Desa merupakan organisasi sayap resmi ABPEDNAS yang dibentuk untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa. Sebagai organisasi nasional yang mewadahi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ABPEDNAS berkomitmen memperkuat fungsi pengawasan, penyerapan aspirasi masyarakat, serta tata kelola pemerintahan desa yang bersih, demokratis, dan transparan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.Naskah ini telah disusun dengan format berita yang lebih padat, mengedepankan unsur aktual, menyusun informasi berdasarkan tingkat kepentingan (piramida terbalik), serta mempertahankan seluruh kutipan penting dari para narasumber.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya