Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bantah Mundur, Jampidsus Fokus Tuntaskan Kasus Prioritas
- Pramono Siapkan Ring Tinju Untuk Tekan Tawuran di Jakarta
- Pemprov DKI Gelontorkan Rp 300 Miliar Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
- Serba Hitam, Bupati Sukoharjo yang di-OTT Tiba di Gedung KPK
- Patrick Berg Bersinar Jadi Kunci Sukses Norwegia
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, tim komisi antirasuah menggelar operasi senyap di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026).
Komisi antirasuah mengonfirmasi, salah satu yang diamankan dalam OTT ini adalah Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
“Benar,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).
Baca juga : KPK OTT di Sumut, Tangkap Bupati Langkat
Meski begitu, pimpinan KPK berlatar belakang Jaksa tersebut belum mengungkapkan secara detail pihak-pihak yang diamankan selain Bupati Etik. Begitu pula dengan barang bukti dan kasus dugaan rasuah terkait OTT tersebut.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
Bupati Sukoharjo sendiri menjadi kepala daerah kesepuluh yang ditangkap KPK dalam OTT sepanjang tahun 2026 ini.
Baca juga : OTT, KPK Masih Buru Bupati Kuansing dan Sekda
Sepekan lalu, Kamis (2/7/2026), komisi pimpinan Setyo Budiyanto cs menangkap Bupati Langkat Syah Afandin, terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa.
Kemudian sebelumnya, pada Senin (29/6), KPK menggelar OTT di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Saat itu, komisi antirasuah hendak menangkap Bupati Kuansing, Suhardiman Amby. Namun, tim tidak menemukannya.
Akhirnya pada Selasa (30/6), Suhardiman bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnain, datang ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menyerahkan diri.
Baca juga : KPK Gelar OTT di Kuansing, 10 Diamankan, 5 Dibawa ke Jakarta
Suhardiman terjerat kasus dugaan suap jual beli jabatan Sekda dan pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).
Sebelumnya, KPK telah menangkap Wali Kota Madiun Maidi, serta Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, hingga Bupati Muara Enim Edison.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya