Dark/Light Mode

Bertambah, Jampidsus Sebut Dalami 47 Nama yang Muncul di Kasus BGN

Jumat, 10 Juli 2026 15:16 WIB
Foto: M. Wahyudin/RM.
Foto: M. Wahyudin/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah, mengungkapkan, jumlah nama yang muncul dalam pengembangan perkara dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN), bertambah dari 41 menjadi 47 orang.

Meski demikian, Kejaksaan menegaskan kemunculan nama-nama tersebut belum otomatis menunjukkan adanya keterlibatan dalam tindak pidana.

Pernyataan itu disampaikan Febrie saat menjawab pertanyaan mengenai perkembangan penanganan perkara BGN di Gedung Bundar Jampidsus, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurut Febrie, penambahan jumlah nama tersebut merupakan hasil pengembangan penyidikan, termasuk berdasarkan keterangan tersangka mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.

Baca juga : Bantah Mundur, Jampidsus Fokus Tuntaskan Kasus Prioritas

"Sedangkan nama-nama yang disebut oleh Pak Sony 41 orang, bahkan juga di kita berkembang 43, eh 47 nama yang terlibat," ungkap Febrie.

Namun, ia meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait status hukum pihak-pihak yang namanya muncul dalam penyidikan.

"Itu kan tidak serta-merta bisa juga terkait dengan perbuatan melawan hukum dan bisa jadi proses pidana. Nah, ini kita lihat perkembangannya nanti," ujarnya.

Febrie menegaskan, fokus penyidik saat ini masih menyelesaikan pemberkasan perkara terhadap para tersangka yang telah ditetapkan. Sementara pendalaman terhadap puluhan nama tersebut masih terus dilakukan.

Baca juga : Kejagung Dalami 26 Nama Yang Diajukan Sony Sonjaya

"Yang di BGN ini sedang berjalan proses pemberkasan. Masih fokus di sana untuk cepat menyelesaikan. Perintah ke saya itu yang menjadi prioritas," tegasnya.

Di sisi lain, Febrie menegaskan, Kejaksaan tetap mendukung agar Program MBG yang dijalankan melalui BGN dapat berjalan optimal.

Karena itu, proses penegakan hukum juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola program tersebut.

"Kita juga menginginkan agar BGN ini dapat berjalan baik. Ini juga selalu menjadi komunikasi kami dengan rekan-rekan yang sekarang menakhodai MBG. Program ini merupakan prioritas yang menjadi perhatian sehingga harus kita benahi agar bisa berjalan dengan baik dan cepat," tandas Febrie.

Baca juga : Dadan Hindayana Dicopot, Nanik Deyang Jadi Kepala BGN

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.